Kamis, 3 September 2026

Memburu Pembunuh Bambang: Polisi Sebar Sketsa Wajah 2 Terduga Pelaku Kerusuhan Pejompongan

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Kamis, 3 September 2026 | 15:25 WIB
Polda Metro Jaya ungkap sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Jakarta Pusat yang tewas pada 27 Agustus 2026 lalu. (Polda Metro Jaya)
Polda Metro Jaya ungkap sketsa wajah terduga pelaku pengeroyokan Bambang Setiawan, warga Pejompongan, Jakarta Pusat yang tewas pada 27 Agustus 2026 lalu. (Polda Metro Jaya)

NAWACITAPOST.COM — Kepolisian Daerah Metro Jaya bergerak cepat memburu dalang di balik tragedi berdarah yang merenggut nyawa Bambang Setiawan, pedagang cermin di kawasan bantaran rel Pejompongan, Jakarta Pusat. Titik terang mulai terkuak setelah penyidik resmi mengantongi dan merilis sketsa wajah dua pria yang diduga kuat menjadi pelaku pengeroyokan keji pada Kamis (27/8) malam tersebut.

Penyusunan sketsa wajah ini menjadi langkah krusial polisi dalam membongkar aksi kekerasan brutal yang terjadi pascademo dan kerusuhan massa di kawasan tersebut.

“Penyidik telah melakukan pengambilan keterangan kepada saksi dan melakukan uji laboratoris terhadap video dari beberapa titik CCTV maupun video atau konten yang ada di media sosial,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (2/9/2026).
 

Iman menjelaskan, pengolahan bukti digital dan kesaksian para saksi kunci berhasil mengarahkan penyidik pada ciri-ciri fisik dua orang terduga pelaku utama.

“Berdasarkan keterangan saksi didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisis digital, didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut,” jelas Iman.

Berdasarkan data kepolisian, terduga pelaku pertama merupakan laki-laki berusia 30 hingga 40 tahun.

“Bentuk wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pendek, bola mata berwarna hitam, dan warna kulit cokelat,” papper Iman.
 

Sementara itu, terduga pelaku kedua juga seorang laki-laki berusia sekitar 30 hingga 40 tahun dengan ciri fisik yang spesifik.

“Bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bawah tebal, terdapat kumis dan janggut, bola mata hitam, dan warna kulit cokelat,” sambungnya.

Iman menegaskan bahwa perburuan kini fokus pada dua sosok dalam gambar tersebut. “Sementara itu dua yang kami dapat lakukan sketsa wajah dari keterangan saksi dan maupun analisa digital di lokasi kejadian perkara,” imbuhnya.

Pengejaran Maksimal dan Laporan Model A

Tim khusus kini diterjunkan ke lapangan untuk menyisir keberadaan kedua pelaku yang masih berkeliaran.
 

“Kemudian saat ini penyidik sedang melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku yang melakukan dugaan tindak pidana penganiayaan atau pengeroyokan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang,” tegas Iman.

Penanganan kasus kematian Bambang dilakukan melalui skema Laporan Polisi (LP) Model A, yang dibuat langsung oleh anggota Polri demi menjamin kepastian hukum.

“Laporan polisi model A ini kami buat sebagai bentuk proaktif Polri di dalam memberikan perlindungan dan menghadirkan keberadaan negara di tengah-tengah masyarakat untuk memberikan perlindungan dan mengungkap apa yang terjadi,” papar Iman.

Mengenai proses otopsi, pihak kepolisian mengonfirmasi adanya penolakan dari keluarga korban. Namun, pemeriksaan luar medis tetap berjalan. “Dengan adanya penolakan dari keluarga, visum sudah kami lakukan dan keluarga tidak keberatan dengan visum. Hasilnya sudah kami peroleh,” jelasnya.
 

Duka di Bantaran Rel Pejompongan

Peristiwa memilukan ini bermula ketika situasi Pejompongan memanas akibat kerusuhan massa usai aksi demonstrasi pada 27 Agustus 2026. Korban, Bambang Setiawan, sempat menutup lapak jualannya sekitar pukul 16.30 WIB saat massa mulai memadati lokasi.

Ketika kondisi dirasa mereda, Bambang memberanikan diri keluar rumah untuk mengecek situasi. Tanpa diduga, ia justru menjadi sasaran amuk massa tak dikenal. Keberadaannya baru terdeteksi pada Jumat (28/8) dini hari sekitar pukul 04.00 WIB melalui rekaman video amatir yang beredar luas di media sosial.

“Kita tahunya dari video. Kita enggak ada yang lihat jelas posisi dia, posisi dia dipukulin, posisi dia dibawa, kita enggak tahu,” ungkap istri korban, Sudarsi, Jumat (28/8/2026).

Usai kejadian, korban sempat dilarikan ke RS Polri sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Kemanggisan Pulo, Jakarta Barat. Polisi mengimbau masyarakat yang mengenali ciri-ciri pada sketsa wajah tersebut untuk segera melapor guna menuntaskan kasus ini.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini