Rabu, 2 September 2026

Ambisi Besar 2029: Pemerintah Provinsi Jawa Barat Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Rabu, 2 September 2026 | 19:23 WIB
 
NAWACITAPOST.COM — Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan target besar untuk menjadi provinsi pertama di Indonesia yang bebas dari anak tidak sekolah (ATS) pada tahun 2029. Guna mewujudkan ambisi tersebut, perombakan internal mulai dipacu melalui dorongan transformasi di tubuh pemerintahan, mencakup transformasi Aparatur Sipil Negara (ASN), kelembagaan, hingga manajemen kinerja.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Barat, Herman Suryatman, menyatakan keberanian langkah ini menjadi bagian integral dari penguatan tata kelola pemerintahan Jawa Barat di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

"Jadi 2029 Jawa Barat itu provinsi pertama menargetkan anak yang bebas dari tidak sekolah (ATS),” ujar Herman saat memberikan sambutan dalam Workshop Pendampingan Teknis Penyusunan Rencana Aksi Daerah Pencegahan dan Penanganan Anak Tidak Sekolah Provinsi Jawa Barat di Hotel Mercure Kota Bandung, Senin (31/8/2026) malam.
 

Komitmen Pemda Provinsi Jawa Barat dalam mempercepat pencegahan dan penanganan ATS kini diubah paradigmanya. Upaya tersebut tidak lagi ditempatkan sebatas program kerja rutin pemerintah, melainkan diposisikan sebagai kebutuhan strategis untuk menjamin setiap anak di Jawa Barat memperoleh hak serta kesempatan mengenyam pendidikan.

Herman menegaskan, penyelesaian isu ATS menuntut gerak bersama dan sinergi lintas sektor secara intensif. Pemerintah daerah dinilai tidak dapat berjalan sendiri tanpa keterlibatan aktif dari seluruh elemen. Kolaborasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, perangkat daerah, dunia pendidikan, hingga berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk melahirkan intervensi yang tepat sasaran.

Selain sinergi, akurasi data diposisikan sebagai fondasi paling krusial dalam pengambilan kebijakan. Data mengenai anak tidak sekolah dituntut mampu memetakan kondisi riil di lapangan secara akurat agar penanganan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan spesifik tiap anak.

Good data, good decision, good result," kata Sekda Herman.
 

Sebab, data yang solid merupakan syarat mutlak bagi hadirnya keputusan yang tepat, yang pada akhirnya melahirkan dampak nyata serta dapat dirasakan langsung oleh seluruh masyarakat Jawa Barat.

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini