Hanip Petugas DPMPTSP menegaskan bahwa pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) serta Dinas Lingkungan Hidup untuk mengusut tuntas status lahan kandang ayam tersebut, yang diduga kuat mencaplok lahan sawah produktif.
"Kalau misalnya itu lahan sawah produktif (yang dilindungi), maka tidak ada tawar-menawar, usahanya harus tutup," tegas Hanip dengan nada bicara yang berwibawa.
Camat Siap Ambil Alih Kendali
Melihat situasi yang kian memanas akibat ketidakmampuan pihak desa meredam konflik, Camat Kedondong, Nazam Roni, akhirnya turun tangan. Pihak kecamatan menyatakan siap menjadi penengah untuk memfasilitasi musyawarah mufakat.
"Posisi kami sebagai camat bersedia memfasilitasi apabila diadakan musyawarah mufakat untuk mencari jalan keluar," tutur Nazam Roni.
Pihaknya berharap hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat dapat segera dikembalikan tanpa harus mematikan roda ekonomi masyarakat lokal.
Kini, bola panas berada di tangan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Akankah keadilan lingkungan berpihak pada warga Dusun Pelindukan, ataukah praktik "bahu-membahu" antara oknum pengusaha dan aparatur desa yang abai akan terus melenggang bebas? Warga Pesawaran menunggu ketegasan hukum. (AMRULLOH)
Artikel Terkait
Dorong UMKM Naik Kelas, Anggota DPRD Kota Bekasi Luncurkan Program Booth Usaha hingga Tenda Bazar
DPRD Kota Bekasi Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah Demi Sukseskan Proyek Energi Listrik PSEL
Reses DPRD Kota Bekasi Tampung Aspirasi Warga Soal Tawuran Remaja hingga Pos Keamanan Lingkungan
Drama Digital di Pesawaran: Kejari Bidik Dugaan Mark-Up Internet Diskominfo Senilai Rp2 Miliar!
Skandal Kemanusiaan: Dugaan Konspirasi Terstruktur Rampas Ratusan Miliar Uang Bencana di Padangsidimpuan, Korban Dijadikan Tumbal!