Senin, 6 Juli 2026

‘Konspirasi Omerta’ di Padangsidimpuan: Air Mata Korban Banjir Bandang Diduga Jadi Ladang Korup Ratusan Miliar Rupiah!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 5 Juli 2026 | 20:11 WIB
  • Proyek Siluman Miliaran Rupiah: 89 titik perbaikan drainase dan jalan yang dilaporkan selesai 100 persen ternyata fiktif. Longsor masih menutup jalan dan air tetap meluap setiap hujan turun.

  • Gudang Logistik Kosong Melongpong: Laporan mencatat pembelian ribuan selimut, tenda, dan sembako, namun fisik gudang hanya menyisakan kursi rusak dan karung kosong.

  • "Kami tidur di lantai tanah sudah lebih dari setahun. Ke mana uang kami? Apakah Tuhan tidak melihat dosa mereka?" ratap Sari warga Desa Hutalombang dengan mata berkaca-kaca.

    Baca Juga: Skandal Digital Pesawaran: Rp6,8 Juta per Mbps, Anggaran Internet Kominfo Diduga Di-Markup Gila-gilaan!

    Mata Rantai Korupsi Berkelanjutan: Desakan Publik Penghentian Kejahatan

    Agus Halawa Pengamat Hukum, menegaskan bahwa skandal banjir ini bukanlah kasus tunggal. Ini adalah jaringan mafia anggaran yang sama, yang diduga mengarsiteki proyek mangkrak APBD 2023, korupsi dapur MBG (Makan Bergizi Gratis), hingga penyelewengan dana pendidikan 2025.

    Menyikapi kekejaman ini, elemen masyarakat dan aktivis mendesak KPK, Kejagung, dan BPK untuk segera mengambil tindakan radikal:

    1. Ganyang Hingga ke Akar: Jangan hanya menangkap pegawai rendahan sebagai tumbal. Seret Walikota, Pimpinan DPRD, serta Kepala Dinas terkait.

    2. Sita dan Telusuri Aset: Periksa aliran dana ke rekening pribadi pejabat, kerabat, maupun rekanan fiktif mereka.

    3. Karantina Pejabat: Larang keras mutasi atau pindah tugas bagi seluruh pejabat Pemkot Padangsidimpuan yang terindikasi terlibat hingga penyelidikan selesai.

    4. Hukuman Maksimal: Tuntut pengembalian kerugian negara secara utuh dan jatuhkan hukuman seberat-beratnya atas kejahatan kemanusiaan ini.

    Baca Juga: Sepulang dari China, Ketua DPRD Kota Bekasi Tancap Gas Sulap Bantargebang Jadi Episentrum Energi Hijau!

    Kota Padangsidimpuan kini menanti keadilan. Akankah hukum berani menyentuh para penguasa tirani ini, ataukah air mata korban bencana akan selamanya mengalir tanpa keadilan?(Lesmanan.H)

    Halaman:

    Editor: Tiarsin

    Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
    di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

    Tags

    Artikel Terkait

    Terkini