NAWACITAPOST.COM — Sebuah dobrakan besar demi memutus mata rantai masalah kesehatan resmi dimulai dari jantung ibu kota. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat menegaskan kesiapannya melakukan lompatan besar: menaikkan angka harapan hidup rakyatnya secara dramatis.
Di hadapan para petinggi negara pada ajang bergengsi Peluncuran Program KITA SEHAT di Kantor Kementerian PPN/Bappenas, Jakarta (20/7/2026), sosok pimpinan muda Jabar, Wakil Gubernur Erwan Setiawan, berdiri paling depan memancarkan optimisme dan komitmen tanpa kompromi.
Bagi Erwan, ini bukan sekadar menghadiri agenda seremonial biasa. Ini adalah misi hidup-mati demi masa depan puluhan juta jiwa warga Jawa Barat.
Baca Juga: Ferran Torres Jadi Pahlawan, Spanyol Bungkam Argentina dan Rengkuh Takhta Juara Dunia 2026!
"Penguatan layanan kesehatan primer ini bukan sekadar meningkatkan kualitas pelayanan, melainkan wujud reformasi tata kelola kesehatan agar lebih efektif, merata, dan berkelanjutan!" tegas Wagub Erwan Setiawan dengan penuh keyakinan.
Bukan Sekadar Janji: Erwan Setiawan Siapkan Pasukan "Dokter Desa" Hingga Pelosok
Menghadapi tantangan raksasa seperti ancaman stunting dan perbaikan gizi balita di 27 Kabupaten/Kota, Erwan tidak datang dengan tangan kosong. Jawa Barat di bawah kepemimpinannya telah bergerak lebih cepat dari perkiraan banyak pihak lewat inovasi radikal: Program Dokter Desa.
Ketika wilayah pelosok dan terpencil kerap terisolasi dari fasilitas medis prima, langkah terobosan ini hadir menjadi juru selamat. Dokter-dokter terbaik diterjunkan langsung ke garis depan, memastikan tak ada lagi warga Jabar yang terabaikan.
Langkah berani Erwan ini sejalan dengan amunisi baru dari kolaborasi internasional melalui Program KITA SEHAT—sebuah hasil kerja sama strategis yang didukung Pemerintah Australia untuk memperkuat benteng kesehatan primer.
Misi Nasional: Dari 74 Jadi 76 Tahun!
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, menegaskan bahwa barometer utama kejayaan kesehatan suatu bangsa ada pada panjangnya umur rakyatnya. Target nasional dipasang tinggi: melambungkan usia harapan hidup masyarakat Indonesia dari 74 tahun menuju 76 tahun dalam lima tahun ke depan!
-
Filosofi Baru: Menjaga warga tetap sehat jauh lebih utama dibanding mengobati saat sudah terbaring di rumah sakit.
-
Senjata Utama: Penguatan fasilitas kesehatan primer, pencegahan penyakit sejak dini, dan skrining medis tahunan secara rutin.
Merespons gertakan target tinggi dari pusat tersebut, Wagub Erwan Setiawan menegaskan bahwa Jawa Barat siap menjadi mesin penggerak utama suksesnya target nasional.
"Keberhasilan transformasi kesehatan di Jabar akan memberikan dampak yang sangat signifikan, tidak hanya bagi warga Jawa Barat, tetapi juga bagi pencapaian target pembangunan kesehatan nasional!" pungkas Erwan penuh gelora.
Artikel Selanjutnya
Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Nyawa Dipertaruhkan dalam Hitungan Mundur 4 Hari!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Tags
Terkini
SADA JABAR Integrasikan Data Warga, Pemprov Jabar Dorong Program Lebih Tepat Sasaran
Jumat, 4 September 2026 | 20:21 WIB Jabar Perkuat Link and Match SMA-SMK dengan Industri untuk Perluas Serapan Tenaga Kerja
Jumat, 4 September 2026 | 20:13 WIB Hari Pelanggan Nasional, Sekda Jabar Minta bank bjb Konsisten Tingkatkan Kualitas Layanan
Jumat, 4 September 2026 | 20:03 WIB Jabar-Henan Perkuat Peluang Kerja Sama di Sektor Agrikultur, Industri hingga Pariwisata
Jumat, 4 September 2026 | 19:55 WIB 32 SMK Negeri di Jabar Perkuat Link and Match dengan 64 Perusahaan
Jumat, 4 September 2026 | 19:47 WIB Momentum Kejaksaan Ke-81: Pemkot Bekasi Perkuat Sinergi Restorative Justice dan Perwalian Anak
Kamis, 3 September 2026 | 15:27 WIB Luluskan 8.000 PPPK, Wali Kota Bekasi Tegaskan Tantangan Pelayanan Publik Dimulai
Kamis, 3 September 2026 | 15:26 WIB Perkuat Sinergi Hukum, Pemkot Bekasi Unjuk Dukungan pada HUT ke-81 Kejaksaan RI
Kamis, 3 September 2026 | 15:26 WIB DPRD Kota Batam Gelar Paripurna Krusial Tentukan Arah Anggaran Perubahan 2026
Kamis, 3 September 2026 | 15:26 WIB Kali Bekasi Menghitam Lagi, DLH Kota Bekasi Seret Kasus Pencemaran ke Kementerian
Rabu, 2 September 2026 | 19:25 WIB Sekretaris Daerah Jabar Dobrak Mentalitas Pelaku UMKM: Naik Kelas Dimulai dari Pikiran!
Rabu, 2 September 2026 | 19:24 WIB Gubernur Jabar Turun Tangan: Pemprov Ambil Alih Pembangunan Jembatan Pangandaran yang Ambruk
Rabu, 2 September 2026 | 19:24 WIB Cegah Warga Tijalikeuh, Sekda Jabar Tegaskan Penataan Gasibu Demi Keamanan Publik
Rabu, 2 September 2026 | 19:23 WIB Surplus Melambung USD 16,63 Miliar, Ekspor Jawa Barat Sukses Pukul Mundur Impor
Rabu, 2 September 2026 | 19:23 WIB Ambisi Besar 2029: Pemerintah Provinsi Jawa Barat Targetkan Bebas Anak Tidak Sekolah
Rabu, 2 September 2026 | 19:23 WIB Cegah Kebakaran Musim Kemarau, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Tutup Pendakian Gunung
Rabu, 2 September 2026 | 19:23 WIB Hijaukan Subang, Pemprov Jabar Sulap 32 Hektare Kebun Jalupang Jadi Produktif
Rabu, 2 September 2026 | 19:23 WIB Revolusi Logistik Kawasan Bebas: Bea Cukai KPU Batam Pasang Akselerasi Fasilitas AEO
Rabu, 2 September 2026 | 19:22 WIB Cetak Generasi Unggul, Wali Kota Bekasi Serahkan Penghargaan Pramuka Garuda ke 277 Siswa
Rabu, 2 September 2026 | 18:12 WIB Sekda Kota Bekasi Gebrak Tata Kelola Pemerintahan Berbasis HAM Demi Pelayanan Inklusif
Rabu, 2 September 2026 | 18:11 WIB
Artikel Terkait
Dua WNI Diduga Disekap di Myanmar, Nyawa Dipertaruhkan dalam Hitungan Mundur 4 Hari!
Guncang DPR! Aliansi Ibu Indonesia Mengamuk: Program Makan Bergizi Gratis Hina Ilmu Pengetahuan dan Kaum Perempuan!
Histeris di Parlemen: Wahyudi Askar Bongkar Sisi Gelap MBG, Sebut Terbesar Sekaligus Terkorup di Dunia!
Gara-Gara Baju Telat, Oknum Penjahit di Bali Viral Usai Lontarkan Makian dan Ancaman
Dosen UGM Diintimidasi Doxxing Usai Kritik Kementerian PU, Kampus Pasang Badan!