NAWACITAPOST.COM — Tensi politik di Desa Bantarjaya, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mendadak memanas—bukan karena konflik, melainkan karena ledakan semangat dari generasi muda. Ratusan pemuda dari 3 dusun di wilayah Bantarjaya secara resmi menghentikan perannya sebagai penonton sejarah. Mereka bergerak bersama, memproklamirkan dukungan penuh dan mutlak kepada Misri dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026.
Mengusung tajuk aksi yang membakar semangat, "Saatnya Anak Muda Bersatu Untuk Bantarjaya", deklarasi ini bukan sekadar seremoni biasa. Dikemas dalam dialog interaktif yang hidup, acara ini menjadi panggung bagi pemuda untuk menggugat status quo desa yang dinilai jalan di tempat.
"Cukup Jadi Penonton!" – Jeritan Hati Pemuda Bantarjaya
Suasana haru sekaligus membara menyelimuti ruangan saat para perwakilan pemuda bergantian menyampaikan orasi politiknya. Mereka menegaskan bahwa momentum Pilkades kali ini adalah titik balik bagi generasi muda untuk mengambil alih kemudi arah pembangunan desa.
Baca Juga: Skandal Rp280 Miliar Indodax: Remaja 20 Tahun Jadi Kambing Hitam Keamanan Siber yang Bobrok?
"Selama ini kami hanya jadi penonton. Lihat desa jalan di tempat. Cukup. Hari ini, giliran kami!" tegas salah satu koordinator Sahabat Muda Misri Bantarjaya dengan nada berapi-api.
Nisan Ketua Panitia Acara, menjelaskan bahwa esensi utama dari gerakan ini adalah rekonsiliasi dan persatuan. Ia mengingatkan bahwa kontestasi politik sifatnya sementara, namun persaudaraan anak muda adalah selamanya.
"Politik pemilihan Kades hanya bagian kecil saja bagi kita. Yang lebih besar tentunya membangun kebersamaan dan kesolidan anak muda Bantarjaya dalam proses membangun dan menjadi mitra pemerintah," ujar Nisan, pada Minggu (28/6/2026).
Mengapa Harus Misri?
Dukungan masif ini tidak datang kosong tanpa alasan. Sosok Misri dinilai sebagai figur pemimpin masa depan yang tidak berjarak dengan anak muda.
Sementara menurut Ady, salah satu perwakilan pemuda Bantarjaya hari ini membutuhkan pemimpin yang memiliki kepekaan sosial tinggi, bukan yang hobi menebar janji manis di masa kampanye.
"Saatnya kita bersikap! Saatnya kita mempunyai pemimpin yang punya kepekaan terhadap anak muda. Politik adalah hak semua masyarakat, dan untuk Pilkades Bantarjaya kita satukan tekad untuk memenangkan Kang Misri," seru Ady lantang.
Hal senada juga disampaikan Abel yang juga mewakili suara pemuda membeberkan komitmen nyata Misri yang membuat mereka kepincut. Misri dinilai siap memberikan ruang bagi pemuda melalui pemberdayaan BUMDes, Karang Taruna, hingga pembukaan lapangan kerja.
"Kami pilih Kang Misri karena beliau mau dengerin, bukan janji doang. Ada ruang buat anak muda di Bantarjaya untuk 8 tahun ke depan," kata Abel optimistis.
Sumpah Pemuda Bantarjaya: 3 Poin Sikap Harga Mati!
Sebagai puncak dari ketegangan dan semangat acara, ratusan pemuda ini serentak berdiri dan membacakan 3 Poin Sikap Pemuda Bantarjaya yang menggema di seluruh ruangan:
Artikel Selanjutnya
Nestapa Rosliana Daulay, Dugaan Brutalitas RDP, dan Tembok Tebal Birokrasi Hukum
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Nestapa Rosliana Daulay, Dugaan Brutalitas RDP, dan Tembok Tebal Birokrasi Hukum
Konspirasi Senyap DPRD Diduga Tutupi Nasib 1.133 Rumah Korban Bencana dan Anggaran Pendidikan!
Jabar Dikepung Krisis Regenerasi: Kang Dedi Mulyadi Siapkan 'Paguron' Penyelamat Budaya Sunda!
Mengawinkan Tradisi dan Digital: Wagub Erwan Setiawan Nyalakan "Alarm" Inovasi Kriya Jabar di PKJB 2026!
Jejak Anggaran Bencana 2025 Diduga Dihapus, 'Pakta Kebisuan' Terbentuk, Pengamat Hukum Desak KPK Turun Tangan!