Senin, 22 Juni 2026

Haul Bung Karno, PDIP Surabaya Ajak Gen Z Lawan Desukarnoisasi

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 22 Juni 2026 | 01:33 WIB

NAWACITAPOST.COM - Ribuan kader PDI Perjuangan Surabaya memadati Kantor DPC PDIP Surabaya saat Haul Bung Karno 2026, Minggu malam. Mulai PAC, ranting, anak ranting hingga kader Gen Z hadir dalam rangkaian Bulan Bung Karno penuh nuansa nasionalisme.

Acara berlangsung khidmat dengan doa lintas agama, tausiah, refleksi perjuangan Bung Karno hingga pemotongan tumpeng. FKUB ikut menutup kegiatan sebagai simbol kuat toleransi dan semangat kebangsaan di Kota Pahlawan.

Ketua DPC PDIP Surabaya Armuji menegaskan Haul Bung Karno bukan sekadar mengenang wafatnya sang Proklamator. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat agar kader terus menjaga api perjuangan untuk Indonesia.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita mewarisi api perjuangan Bung Karno untuk Indonesia,” tegas Armuji yang akrab disapa Cak Ji.

Cak Ji menyebut tantangan generasi muda saat ini bukan lagi penjajahan fisik. Arus informasi dan media sosial dinilai menjadi medan baru yang bisa memutarbalikkan sejarah jika tidak dilawan dengan edukasi yang benar.

Ia pun meminta kader muda PDIP, khususnya Gen Z, aktif membuat konten positif tentang Bung Karno. Menurutnya, media sosial tidak boleh dibiarkan dipenuhi narasi yang dianggap mengaburkan fakta sejarah bangsa.

“Gen Z harus aktif di media sosial. Jangan sampai sejarah Bung Karno dipelintir tanpa ada yang meluruskan,” ujar Cak Ji.

Perwakilan DPP PDIP Seno Bagaskoro turut menyoroti fenomena desukarnoisasi yang dinilai makin masif di berbagai platform digital. Ia menyebut banyak anak muda mengenal Bung Karno hanya dari potongan informasi di media sosial.

“Di TikTok, Instagram sampai Facebook ada narasi yang membuat generasi muda melihat Bung Karno dengan cara pandang yang salah,” kata Seno.

Menurut Seno, Surabaya memiliki tanggung jawab moral menjaga warisan Bung Karno. Ia menilai kota tempat Bung Karno lahir dan tumbuh itu harus menjadi garda terdepan melawan upaya pengaburan sejarah bangsa.

“Kalau ada perlawanan terhadap desukarnoisasi, maka Surabaya harus berada di barisan paling depan,” tegasnya.

Wakil Sekretaris DPD PDIP Jatim Yordan Batara Goa mengingatkan pentingnya memahami kembali ajaran Marhaenisme. Ia menyebut nilai itu menjadi fondasi perjuangan Bung Karno yang berpihak kepada rakyat kecil.

“Marhaenisme bukan sekadar slogan. Di dalamnya ada nasionalisme, demokrasi dan keadilan sosial untuk rakyat,” ujar Yordan.

Sementara kader senior PDIP Saleh Ismail Mukadar menilai pemikiran Bung Karno tetap relevan menghadapi tantangan global. Konsep Trisakti dinilai masih penting sebagai pijakan menjaga kedaulatan bangsa.

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

Musancab PDIP, Target Kembalikan 15 Kursi Dewan

Minggu, 10 Mei 2026 | 18:39 WIB