" Dana BOS biasanya dipergunakan untuk honor guru yang masih honorer dan sebagainya, " Tambah Khusnul.
" Waktu itu (Rakor anggaran, red), masing masing sekolah sudah diminta untuk membuat anggaran RPPS (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Sekolah, red), sesuai kebutuhannya. Termasuk honor tenaga pengajar dll, juga kebutuhan anak anak. Kemudian dihitung dimasukkan kepada untuk penganggaran selanjutnya, " Jlentreh Khusnul.
Dari keterangan yang berbeda-beda ini, menurut Khusnul malah menimbulkan kecurigaan, apa yang sebenarnya terjadi di SMPN 45? Kenapa seolah banyak yang ditutupi?
Sebagai lembaga pengawas, Khusnul menyayangkan hal ini lambat untuk diselesaikan. " Ramai diadukan baru ada penyelesaian, padahal Sabtu kemarin sudah dipanggil dan difasilitasi oleh Dinas Pendidikan, " Terangnya.
Artinya dinas pendidikan sebenarnya sudah memberikan langkah langkah solutif, tapi pihak sekolah seolah berlambat untuk menindaklanjuti.
Dengan adanya kejadian ini, Khusnul berharap pihak Dispendik segera melakukan evaluasi dan mengoreksi kembali seluruh kebutuhan dan kondisi tiap-tiap sekolah.
" Saya khawatir, kejadian yang sama terjadi di sekolah yang lain namun tidak berani melaporkan, " Katanya kembali.
" Tapi bersyukur, sudah ada solusi untuk ketiga tenaga OS ini. Tadi ketiganya sudah disuruh menghadap ke SMPN 45 untuk dipekerjakan kembali. Nanti kita akan awasi perkembangannya, " Tandas Khusnul Khotimah. (BNW)