Kamis, 4 Juni 2026

Bagaikan Kampanye, Banner di Desa Tembarak Kertosono Makin Hari Makin Bertambah

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Jumat, 29 Maret 2024 | 10:24 WIB
Banner yang terpasang di depan Kantor Desa Tembarak, Kertosono, Nganjuk (foto Sakera/Nawacita)
Banner yang terpasang di depan Kantor Desa Tembarak, Kertosono, Nganjuk (foto Sakera/Nawacita)

Purwanto menambahkan, kok malah tidak karuan, kadesnya sudah busuk, dikasih amanah malah nggak karuan, sementara pimpinan wilayah justru melempar batu.

Purwanto perwakilan warga Desa Tembarak ketika diwawancarai tim awak media (foto Sakera/Nawacita)

"Wes lurahnya busuk eeee pimpinan wilayah kok malah melempar batu, sing dadi pimpinan wilayah iku sopo to, (kadesnya sudah busuk, eeee pimpinan wilayah kok malah melempar batu, lo yang jadi pimpinan wilayah ini siapa sih red)," imbuh Purwanto.

Baca Juga: Diduga Esek-esek Dengan WIL, Oknum Kades Keluar dari Kamar Kos Hari ke-12 Bulan Suci

Purwanto memohon kepada pimpinan yang lebih atas untuk turun tangan.

"Tolong pimpinan di atas di ingatkan, nek gak gelem nanggapi warga patut curiga (kalau tidak mau nanggapi warga patut curiga red) eee ada mainan yang terselubung dan berlingkaran setan? tak tunggu lo kalau mau duduk bersama," ucap Purwanto dengan nada kesal.

Lanjut Purwanto, kembali lagi kami memohon kepada instansi yang lebih atas untuk menengok ke bawah.

Baca Juga: Oknum Kades Diduga Esek-esek Dengan WIL, Ketua Lembaga Kajian Hukum Pejabat Publik dan Tim Pengacara Muslim Angkat Bicara

"Biar mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi di Desa Tembarak, Kertosono, Nganjuk," terang Purwanto.

Masih bersama Purwanto, Ojo ngono po,o yo! anak e kateng jlerit kok bapak,e gak kaget blas (jangan begitu napa ya! anaknya pada teriak kok bapaknya tidak kaget sama sekali red).

Baca Juga: Oknum Kades Diduga Esek-esek Pada Momentum Bulan Suci, Ini Tanggapan Dinas PMD dan Camat

"Apa perlu wakil kita di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) turun ya sekali-sekali lah," jelasnya.

Purwanto menegaskan, apakah harus menunggu rakyat marah," pungkasnya.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini