Mengalokasikan anggaran darurat untuk perbaikan total.
Baca Juga: Sengkarut 329 Hektar Lahan PTPN 7, Massa Geruduk BPN Pesawaran!
Catatan Redaksi: Jangan Tunggu Air Mata Tumpah
Infrastruktur publik adalah cerminan kehadiran negara di tengah rakyatnya. Menunggu sebuah fasilitas ambruk dan memakan korban jiwa baru kemudian sibuk mengalokasikan anggaran adalah bentuk kelalaian birokrasi yang tidak bisa ditoleransi.
Pesan dari nelayan Pemindangan sudah sangat klise namun mendalam: perbaiki sebelum terlambat. Mencegah bencana jauh lebih terhormat daripada datang membawa papan ucapan duka cita ketika nyawa sudah melayang. Bola kini ada di tangan Pemerintah Kabupaten Pesawaran. Apakah mereka akan bergerak, atau tetap diam membiarkan dermaga ini runtuh berkeping-keping?(Tim / AMRULLOH)
Artikel Terkait
Skandal Batas Gaib: Warga Setor Pajak ke Padangsidimpuan, Tapi Hak Dilempar ke Tapanuli Selatan!
Sengkarut Lahan Tol Rp50 Miliar: Soni Laberta Tabuh Genderang Perang, Tantang Bupati Tanggamus Buka Bukti!
Momentum Bersejarah Di Kubu Raya: Cendekiawan Dayak Bersumpah Rebut Peran Utama Pembangunan
Yasonna H Laoly Tabuh Genderang Perang Melawan Mafia Digital, Desak Sinergi Agresif Hancurkan Judol dan Pinjol!
Benang Kusut Birokrasi Tapteng: Hak ASN Tersandera, Ego Antar OPD Saling Silang!