Sabtu, 27 Juni 2026

Menghitung Hari Ambruknya Dermaga Pemindangan, Ketika Nyawa Nelayan Dipertaruhkan Demi Rupiah

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:56 WIB

NAWACITAPOST.COM — Sebuah bom waktu infrastruktur tengah berdetak di pesisir Kabupaten Pesawaran, Lampung. Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Dusun Pemindangan, Desa Kekatang, Kecamatan Marga Punduh, kini berada di fase paling kritis. Bangunan yang seharusnya menjadi simbol kejayaan bahari, justru berubah menjadi perangkap maut yang siap menelan korban jiwa kapan saja.

Bukan lagi sekadar rusak ringan, urat nadi perekonomian masyarakat pesisir ini sedang berada di ambang kehancuran total.

Anatomi Kerusakan: Beton Rapuh dan Besi Berkarat

Dari pantauan langsung di lapangan, visual dermaga ini jauh dari kata layak. Lantai dermaga tidak lagi mulus; lubang-lubang besar menganga lebar, memperlihatkan ruji-ruji besi tulangan yang mencuat tajam akibat korosi air laut. Struktur beton bawahnya pun tampak retak dan rapuh, dihantam ombak tanpa ada upaya penguatan.

Baca Juga: Gebrakan Radikal Wali Kota Bekasi! Pangkas Iring-Iringan Dinas, Siap 'Berjejal' di Kabin Hiace Demi Efisiensi Nyata

Setiap hari, di atas struktur yang ringkih ini, ratusan nelayan mempertaruhkan nyawa. Mereka tidak punya pilihan selain tetap melakukan aktivitas bongkar muat hasil tangkapan dan pelelangan ikan di sana.

"Kondisi dermaga ini sudah sangat memprihatinkan. Kami berharap pemerintah dan dinas terkait segera turun tangan. Jangan sampai harus ada korban jiwa baru dilakukan perbaikan," ujar AS, seorang warga Pemindangan yang menyuarakan kecemasannya dengan nada getir, Rabu (24/6/2026).

Dilema Isi Perut vs Keselamatan Jiwa

Bagi para nelayan, dermaga ini adalah segalanya. Kehilangan akses ke tempat ini sama saja dengan memutus napas dapur mereka. Pilihan yang mereka hadapi setiap pagi sangat kejam: berhenti melaut dan kelaparan, atau tetap melaut dengan risiko tertimbun reruntuhan beton.

Fakta di lapangan dan dampak nyata: 

  • Lantai Berlubang dan Besi Korosi: Risiko cedera fatal saat bongkar muat malam/subuh.
  • Struktur Pondasi Rapuh: Ancaman ambruk total saat dihantam ombak besar atau beban muatan.
  • Nihil Fasilitas Alternatif: Nelayan dipaksa bertaruh nyawa demi mempertahankan mata pencaharian.

Baca Juga: Mengorbankan Perut Rakyat Demi Prosedur: 7 Bulan Korban Bencana Tapteng Terlantar, Diwarnai 'Drama Kebohongan' Pejabat Pemkab!

"Setiap hari kami mencari nafkah lewat dermaga ini. Kerusakannya sudah lama, tetapi belum juga diperbaiki. Kami hanya ingin pemerintah hadir sebelum semuanya terlambat," ungkap salah seorang nelayan setempat yang nampak pasrah namun menyimpan amarah.

Menagih Janji "Kehadiran Negara" di Pesisir

Pesawaran adalah daerah dengan potensi kelautan yang masif. Namun, ironi besar justru tersaji di Dusun Pemindangan. Dermaga yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan justru dibiarkan telantar hingga ke titik nadir. Jika dibiarkan lebih lama, kelumpuhan ekonomi total masyarakat pesisir Marga Punduh bukan lagi sekadar prediksi, melainkan kepastian.

Masyarakat kini tidak butuh janji manis atau kunjungan seremonial. Mereka mendesak Pemerintah Kabupaten Pesawaran untuk:

  1. Melakukan inspeksi teknis menyeluruh secara cepat.

  2. Menetapkan status kelayakan bangunan demi transparansi keselamatan.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini