NAWACITAPOST.COM — Sektor pelayanan kesehatan di Kota Sibolga mendadak diguncang badai hebat. Rumah Sakit (RS) Metta Medika Baru yang berlokasi di Jalan Diponegoro kini berada di bawah sorotan tajam publik setelah resmi dilaporkan ke Polres Sibolga, Sumatera Utara. Rumah sakit yang sejatinya menjadi benteng terakhir pertahanan hidup, dituding berubah menjadi ruang hampa kemanusiaan yang menelantarkan pasien di ambang maut.
Sebuah alarm keras bagi dunia medis: Ke mana hilangnya nurani ketika detak jantung pasien sedang berkejaran dengan waktu?
Kronologi 24 Jam di Ambang Kematian
Tragedi memilukan ini menimpa Hasrul Azis Sikumbang (44), atau yang akrab disapa Abu Nisa. Berikut adalah lini masa kritis yang memaksa seorang pasien sekarat melangkahkan kaki ke kantor polisi:
-
Sabtu, 06 Juni 2026 (18.30 WIB): Hasrul dilarikan ke RS Metta Medika Baru sebagai pasien rujukan dari Klinik Yakin Sehat Sibuluan. Ia membutuhkan penanganan darurat akibat komplikasi akut pada organ paru-paru dan jantungnya.
-
Sabtu Malam - Minggu Sore: Hampir 24 jam terbaring di ruang perawatan, hak dasar Hasrul diduga kuat telah dikangkangi. Dokter spesialis yang dijanjikan tak kunjung menampakkan batang hidungnya.
-
Kondisi Kritis: Tanpa penanganan medis yang jelas, kondisi Hasrul merosot tajam. Jantungnya berdebar hebat, sesak napas kian menyiksa, hingga ia mulai mengalami halusinasi akibat menahan rasa sakit yang luar biasa.
Di tengah pertaruhan nyawa tersebut, pihak keluarga justru disuguhi tembok tebal ketidakjelasan informasi.
Ironi Hukum: Menguras Sisa Energi Demi Keadilan
"Sangat ironis, laporan hukum ini lahir dari rahim seorang warga yang sedang didera sakit parah. Alih-alih mendapatkan ketenangan untuk sembuh, pasien justru dipaksa menguras sisa energinya demi mencari keadilan."
Dipicu oleh rasa abaikan yang teramat sangat, Hasrul mengambil keputusan nekat. Ia keluar dari ruang perawatan dengan kondisi tubuh yang ringkih demi mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sibolga. Ini bukan lagi sekadar masalah benturan jadwal dokter atau administrasi internal, melainkan dugaan pelanggaran serius terhadap hak konstitusional pasien untuk mendapatkan pelayanan yang manusiawi dan transparan.
Sikap Defensif Manajemen & Alibi yang Berubah
Respons dari pihak RS Metta Medika Baru Sibolga justru memicu tanda tanya besar. Saat dikonfirmasi di markas Polres Sibolga, Sumiati Hutabarat Humas RS Metta Medika Baru, awalnya menunjukkan sikap defensif dan enggan memberikan penjelasan mendalam dengan dalih masih menunggu koordinasi.
Namun, arah angin mendadak berubah pada Senin (8/6/2026). Melalui pesan singkat WhatsApp, Sumiati melontarkan klaim sepihak:
-
Klaim RS: Hasil penelusuran internal menyatakan pasien sebenarnya sudah dijumpai oleh Dokter Spesialis di ruang rawatan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.Artikel Selanjutnya
Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Tags
Terkini
Tingkatkan Estetika Kota, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Pimpin Pangkas Kabel Semrawut
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIB Menuju Panggung Megah Porprov XV Jabar, PB Porprov Kota Bekasi Pacu Kesiapan Total
Kamis, 15 Oktober 2026 | 14:38 WIB Diedit Tanpa Izin, Ruben Onsu Bawa Rekaman Video Call ke Polda Metro Jaya
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIB Duka di Tengah Dentuman Karnaval Sound Horeg di Jember, Anak Korban Beri Pengakuan Menyentuh
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIB DARR! Irama Gemuruh Karnaval Sound Horeg Diduga Memakan Korban, Warga Jember Tutup Usia
Rabu, 14 Oktober 2026 | 06:02 WIB Makin Sulit! Warga Bali Menjerit Krisis BBM, Pertalite hingga Pertamax Turbo Lenyap
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIB PLN Sebut Hewan Liar Masuk ke Area Gardu Induk Pemicu Blackout Batam
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIB Sempat Pro-Kontra, Warga Teluk Bakau Akhirnya Sepakati Sagu Hati Rp30 Juta
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIB Merespons Darurat BBM, Gubernur Koster Menggembleng Pertamina Demi Pertahankan Citra Wisata Bali
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:34 WIB Penderitaan Warga Bali Amuk Kelangkaan BBM: Dorong Motor hingga Antre Berjam-jam
Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:05 WIB Gebrakan Transparansi Publik: Pemkot Bekasi Ganjar Penghargaan Perangkat Daerah dan Kecamatan Terbaik
Selasa, 13 Oktober 2026 | 14:04 WIB Bea Cukai Tanjung Priok Kawal Senyap Bahtera Doulos Hope Bawa Samudra Ilmu ke Jakarta
Senin, 12 Oktober 2026 | 21:38 WIB Lautan Prestasi Mengguncang Bekasi: Tri Adhianto dan Abdul Harris Bobihoe Anugerahi Para Pahlawan Pembangunan
Senin, 12 Oktober 2026 | 17:39 WIB Usut Tuntas Kekerasan Seksual Pekayon, Tri Adhianto Wali Kota Bekasi Tegaskan Perlindungan Anak
Senin, 12 Oktober 2026 | 17:39 WIB Lompati Target Mentereng, 8.036 Warga Kapuas Hulu Sudah Beralih ke IKD
Senin, 12 Oktober 2026 | 17:39 WIB Tri Adhianto Wali Kota Bekasi Bakar Semangat Kebersamaan Warga Saat Subuh Keliling di Mustikajaya
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:20 WIB BMKG Gelontorkan Alarm Bahaya: Gelombang Monster 4 Meter Mengintai Samudra Indonesia!
Senin, 12 Oktober 2026 | 13:19 WIB Selat Sunda Membara, Status Gunung Anak Krakatau Melonjak Jadi Siaga
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 14:59 WIB KOCI Padel House Kemalingan, Coach Justin Unggah CCTV Terduga Maling di Sosmed
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:01 WIB Geger! Bangunan Minimarket di Pamekasan Dirusak Massa Menggunakan Ekskavator
Sabtu, 10 Oktober 2026 | 07:01 WIB
Artikel Terkait
Sandiwara dalam Kebisuan, Ketika Kebenaran Diduga Dikubur Rupiah Korupsi
Misteri Anggaran Miliaran PadangsidimpuanāUang Pusat Cair, Mengapa Siswa Belajar di "Gedung Maut"?
Gurita Bisnis PT ANJ Agri Siais, Hukum Rimba di Atas Tanah Tapanuli Selatan
Kalbar dalam Pusaran Tanya: Menanti Nyali Penegak Hukum di Tengah 'Kemesraan' dan Kasus Korupsi yang Mandek
Fajar Baru Keadilan di Meranti: Duet Maut Kantor Hukum Ikhwan, S.H. dan LBH CCI Siap Babat Habis Ketidakadilan!