Senin, 8 Juni 2026

Saat Nyawa Bertaruh Waktu, Pasien Sekarat Terpaksa Memburu Keadilan ke Polisi!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Senin, 8 Juni 2026 | 20:07 WIB
Bukti laporan di Polres Sibolga, Polda Sumatera Utara  (Istimewa)
Bukti laporan di Polres Sibolga, Polda Sumatera Utara (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Sektor pelayanan kesehatan di Kota Sibolga mendadak diguncang badai hebat. Rumah Sakit (RS) Metta Medika Baru yang berlokasi di Jalan Diponegoro kini berada di bawah sorotan tajam publik setelah resmi dilaporkan ke Polres Sibolga, Sumatera Utara. Rumah sakit yang sejatinya menjadi benteng terakhir pertahanan hidup, dituding berubah menjadi ruang hampa kemanusiaan yang menelantarkan pasien di ambang maut.

Sebuah alarm keras bagi dunia medis: Ke mana hilangnya nurani ketika detak jantung pasien sedang berkejaran dengan waktu?

Kronologi 24 Jam di Ambang Kematian

Tragedi memilukan ini menimpa Hasrul Azis Sikumbang (44), atau yang akrab disapa Abu Nisa. Berikut adalah lini masa kritis yang memaksa seorang pasien sekarat melangkahkan kaki ke kantor polisi:

  • Sabtu, 06 Juni 2026 (18.30 WIB): Hasrul dilarikan ke RS Metta Medika Baru sebagai pasien rujukan dari Klinik Yakin Sehat Sibuluan. Ia membutuhkan penanganan darurat akibat komplikasi akut pada organ paru-paru dan jantungnya.

  • Sabtu Malam - Minggu Sore: Hampir 24 jam terbaring di ruang perawatan, hak dasar Hasrul diduga kuat telah dikangkangi. Dokter spesialis yang dijanjikan tak kunjung menampakkan batang hidungnya.

  • Kondisi Kritis: Tanpa penanganan medis yang jelas, kondisi Hasrul merosot tajam. Jantungnya berdebar hebat, sesak napas kian menyiksa, hingga ia mulai mengalami halusinasi akibat menahan rasa sakit yang luar biasa.

Baca Juga: Menempa Jiwa Ksatria: Sakralnya Tes Jago Ratusan Calon Warga PSHT Magetan Menuju Gerbang Persaudaraan Sejati!

Di tengah pertaruhan nyawa tersebut, pihak keluarga justru disuguhi tembok tebal ketidakjelasan informasi.

Ironi Hukum: Menguras Sisa Energi Demi Keadilan

"Sangat ironis, laporan hukum ini lahir dari rahim seorang warga yang sedang didera sakit parah. Alih-alih mendapatkan ketenangan untuk sembuh, pasien justru dipaksa menguras sisa energinya demi mencari keadilan."

Dipicu oleh rasa abaikan yang teramat sangat, Hasrul mengambil keputusan nekat. Ia keluar dari ruang perawatan dengan kondisi tubuh yang ringkih demi mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sibolga. Ini bukan lagi sekadar masalah benturan jadwal dokter atau administrasi internal, melainkan dugaan pelanggaran serius terhadap hak konstitusional pasien untuk mendapatkan pelayanan yang manusiawi dan transparan.

Sikap Defensif Manajemen & Alibi yang Berubah

Respons dari pihak RS Metta Medika Baru Sibolga justru memicu tanda tanya besar. Saat dikonfirmasi di markas Polres Sibolga, Sumiati Hutabarat Humas RS Metta Medika Baru, awalnya menunjukkan sikap defensif dan enggan memberikan penjelasan mendalam dengan dalih masih menunggu koordinasi.

Baca Juga: Bekasi Bangkit! Plh Walkot Harris Bobihoe Dobrak Masalah Sampah, Larang Wisuda Mewah, hingga Ancam Babat Habis Oknum SPMB!

Namun, arah angin mendadak berubah pada Senin (8/6/2026). Melalui pesan singkat WhatsApp, Sumiati melontarkan klaim sepihak:

  • Klaim RS: Hasil penelusuran internal menyatakan pasien sebenarnya sudah dijumpai oleh Dokter Spesialis di ruang rawatan.

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini