NAWACITAPOST.COM – Sebuah pemandangan ironis sekaligus menggelikan terjadi di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Jalan raya yang seharusnya menjadi urat nadi perekonomian, kini berubah fungsi menjadi habitat ikan. Kecewa karena akses jalan penghubung Kedondong–Way Khilau rusak parah hingga menyerupai kubangan, puluhan warga yang bergerak bersama LSM Penjara DPD Provinsi Lampung menggelar aksi damai pada Jumat (5/6/2026).
Namun, aksi kali ini tidak biasa. Di tengah jalan yang hancur dan digenangi air, warga berhasil menangkap ikan lele. Fenomena menggelitik ini menjadi tamparan keras sekaligus simbol teatrikal atas bobroknya infrastruktur yang diabaikan bertahun-tahun.
Dilema Dua Musim: Kubangan Air dan Badai Debu yang Mengancam Nyawa
Penderitaan warga Way Khilau seperti tidak ada habisnya. Hasil investigasi di lapangan menunjukkan potret yang menyedihkan. Ketika hujan tiba, jalanan menjelma menjadi "kolam pemancingan" yang siap memakan korban akibat kecelakaan. Sebaliknya, saat musim kemarau, warga harus menelan pil pahit berupa badai debu pebal yang mengepung pemukiman mereka.
Anak-anak kecil dan warga sekitar kini mulai bertumbangan akibat iritasi saluran pernapasan.
"Aspal rusak, air menggenang seperti kolam, bahkan ikan lele bisa berenang di sini! Kondisi ini sangat membahayakan pengendara motor dan mengancam kesehatan penerus bangsa," tegas Humas LSM Penjara DPD Provinsi Lampung dengan nada geram di lokasi aksi.
"Mobil Mewah Pejabat Lewat, tapi Mata Mereka Buta!"
Kemarahan warga semakin menyala ketika melihat adanya ketimpangan pembangunan yang sangat mencolok. Mereka membandingkan jalan mereka yang dianaktirikan dengan ruas jalan Padang Cermin menuju Kiloan, Tanggamus, yang mulus demi sektor wisata.
Baca Juga: Ironi di Piring Anak Bangsa: Skandal Triliunan Rupiah Makan Bergizi Gratis Runtuhkan Benteng BGN
Warga merasa ada diskriminasi pembangunan yang nyata. Sementara masyarakat Way Khilau "memakan" debu setiap hari, para pejabat daerah dinilai tutup mata.
-
Ironi di Jalanan: Pejabat dengan mobil dinas mewah kerap melintas tanpa peduli guncangan dan penderitaan warga di kanan-kiri jalan.
-
Pertanyaan Besar: Apa bedanya status warga Kedondong–Way Khilau dengan wilayah lain? Mengapa hak mereka untuk mendapatkan jalan layak seolah dirampas?
Tuntutan Tegas: Seret Gubernur Ahmad Mirzani Jausal dan Kadis BMBK ke Lapangan!
Tidak main-main, massa aksi melayangkan tuntutan langsung yang dialamatkan kepada pucuk pimpinan Provinsi Lampung. Mereka mendesak:
-
Ahmad Mirzani Jausal Gubernur Lampung, dan Jihan Nurlaila Wakil Gubernur, untuk segera turun dari kursi empuk mereka dan melihat langsung penderitaan rakyat Pesawaran.
Artikel Selanjutnya
Sakralisasi Korupsi: Sertifikat WTP BPK Diduga Jadi Tameng Penjarahan Ratusan Miliar di Padangsidimpuan!
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.Tags
Terkini
Penutupan Stasiun Karet Dinilai Tidak Efektif, Penumpang Menumpuk di BNI City
Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIB Minuman Rasa Susu MBG Anak TK di Bogor Tuai Kecaman Publik
Selasa, 1 September 2026 | 21:27 WIB Kepala BKN dan Pemkot Bekasi Tegaskan Komitmen Kinerja ASN di Kota Sejahtera
Selasa, 1 September 2026 | 19:18 WIB Ditengah Kepungan Asap Karhutla, Seremoni Pelepasan Damkar Gubernur Kalteng Tuai Sorotan Publik
Selasa, 1 September 2026 | 19:17 WIB Nyawa Taruhannya! Video Viral Penjaga Palang Pintu di Pekalongan Diduga Tidur
Selasa, 1 September 2026 | 09:10 WIB Generasi Emas Bergema, Wali Kota Bekasi Puji Prestasi Pemuda dari Malaysia hingga Jawa Barat
Selasa, 1 September 2026 | 09:09 WIB Ironi Bansos Pekalongan: Pasangan Lansia Buta Huruf Dituduh Main Judi Online
Senin, 31 Agustus 2026 | 14:48 WIB Viral Jukir Liar Ditembak Orang Tak Dikenal di Palu, Polisi Gelar Penyelidikan
Senin, 31 Agustus 2026 | 11:22 WIB Tuntas Rapi dan Apik, Proyek Drainase Bebaskan RW 24 Kayuringin Jaya dari Banjir Akut
Jumat, 28 Agustus 2026 | 08:04 WIB Biak Numfor Terbakar: Asap Pekat Karhutla Mencekik Warga dan Melumpuhkan Sekolah
Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:43 WIB Telisik Skandal Tipu-tipu di Kerajaan Bisnis Ruben Onsu: Rugi Rp3,5 Miliar!
Senin, 24 Agustus 2026 | 10:35 WIB Bea Cukai KPU Batam Hantam Peredaran Puluhan Ribu Rokok Ilegal
Kamis, 13 Agustus 2026 | 15:28 WIB Jeritan Korban Banjir dan Aksi Damai Mahasiswa dengan Elemen Masyarakat Menagih Keadilan
Selasa, 11 Agustus 2026 | 14:33 WIB Terkuak! Ini Deretan Alasan Utama SiLPA 2025 Kapuas Hulu Membengkak Drastis
Senin, 10 Agustus 2026 | 08:11 WIB Setelah Terhenti dan Memicu Pertanyaan, Proyek Imigrasi Putussibau Rp21 Miliar Dilanjutkan!
Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:28 WIB DPRD Padangsidimpuan Boyong Rapat ke Medan, Hamburkan Anggaran Mewah Dijauhi Pengawasan
Kamis, 6 Agustus 2026 | 21:27 WIB Skandal Lahan: Hutan Lindung Rasau Jaya Menerbitkan SHM, BPN Kubu Raya Bungkam!
Senin, 3 Agustus 2026 | 19:43 WIB Wali Kota Bekasi Sapu Bersih 80 Bangunan Liar Penyebab Banjir Limbah Pejuang!
Senin, 3 Agustus 2026 | 19:00 WIB Heboh Demo SMAN 1 Solok Selatan: Dugaan Pelecehan hingga Pesan Chat Oknum Guru Tersebar!
Kamis, 30 Juli 2026 | 12:14 WIB Geger! Viral Adegan Tak Senonoh di Videotron Tugu Naruto Kalbar Diduga Diretas Hacker
Rabu, 29 Juli 2026 | 11:42 WIB
Artikel Terkait
Sakralisasi Korupsi: Sertifikat WTP BPK Diduga Jadi Tameng Penjarahan Ratusan Miliar di Padangsidimpuan!
Siasat Huntap: Sandiwara Kolosal Menutupi Skandal Korupsi Ratusan Miliar Bantuan Presiden dan Gubernur di Padangsidimpuan
Dua Dekade Terpenjara Bau Busuk: Nestapa Warga Robok dan Bayang-Bayang Pidana Penguasa Pesawaran
Rumor Agustus 2026 Runtuh: Pintu Pendaftaran Parpol Tetap Terbuka, Partai PASTI Siap Menggebrak!
Diduga Angkuh! Dituding Pecat Sepihak dan Kerahkan 'Premanisme' Korporasi, PT ANJ Agri Siais Pilih Bungkam Seribu Bahasa