"Di BPP juga ada Ketua KTNA, sama PPL dan semua Ketua Poktan, dan seluruh kios yang ada di Kecamatan Gondang, jadi semua pihak ada di sana," kata SHR kepada wartawan Nawacitapost.com.
Pada berita sebelumnya yang berjudul "BPP Gondang Cuci Tangan Soal HET Pupuk Subsidi, Negara Kalah oleh “Kesepakatan” Kelompok" Didik Wahyudi koordinator BPP Kecamatan Gondang dengan tegas menyatakan bahwa BPP tidak mau terlibat dan tidak ikut campur atas kesepakatan harga tersebut.
“Yang tahu Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) dan kelompok. Kita juga tidak mau terlibat masalah itu,” ujarnya.
Ketika ditanya kapan kesepakatan harga itu dibuat, Didik mengaku tidak tahu pasti, namun menduga kesepakatan terjadi saat harga pupuk turun. Jawaban normatif ini kian menguatkan kesan pembiaran sistematis.
Didik berdalih, BPP hanya memastikan harga pupuk sesuai HET di tingkat kios. Adapun ongkos angkut, kuli, dan biaya lain dari kios ke kelompok tani disebut sebagai urusan internal Poktan dan KTNA.
Ikuti dan dapatkan berita terupdate dari Sakera Kakanper PT Media Nawacita Indonesia (MNI) Nganjuk dan Kediri, Jawa Timur, langsung dari ponselmu, pada situs berita www.nawacitapost.com, melalui aplikasi Facebook, silahkan klik disini, dan disini, juga melalui aplikasi Twitter atau X, silahkan klik disini, pastikan dua aplikasi tersebut sudah terinstall pada ponselmu
Artikel Terkait
Diduga Jual Diatas HET, Harga Pupuk Subsidi di Poktan Guno Sakti Capai Harga Rp150.000
Diduga Kurang Serius Kroscek HET Pupuk Subsidi, Dinas Pertanian Nganjuk Tak Menjelaskan Apapun
Setoran Dana Sharing Pesanggem Lebih Besar Dibanding Hasil, KPH Nganjuk: Kami Bekerja Sama Dengan LMDH
Dinilai Memuat Unsur Negatif, KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita
KPH Nganjuk Sempat Minta Takedown Berita, Doktor Prayogo Laksono Buka Suara