Jumat, 5 Juni 2026

BRI Berbagi Strategi Keuangan dan Investasi untuk Generasi Muda    

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Selasa, 19 November 2024 | 11:01 WIB
 BRI hadir dengan berbagai strategi untuk membantu anak muda mengelola keuangan.  (Istimewa)
BRI hadir dengan berbagai strategi untuk membantu anak muda mengelola keuangan. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Gaya hidup yang terus berubah menghadirkan tantangan baru, terutama di kalangan anak muda. Setiap generasi memiliki kebutuhan yang berbeda, yang secara langsung mempengaruhi tren keuangan mereka.

Di tengah perubahan ini, muncul berbagai tantangan yang harus dihadapi, seperti maraknya penggunaan pinjaman online. Sebagai salah satu bank besar di Indonesia, BRI hadir dengan berbagai strategi untuk membantu anak muda mengelola keuangan secara lebih bijak.

Direktur Bisnis Konsumer BRI, Handayani, menyoroti fenomena Latte Factor di kalangan anak muda. “Istilah ini digunakan untuk menggambarkan pengeluaran kecil yang terlihat sepele seperti kopi, langganan streaming, atau makanan kekinian. Meski terlihat sepele, jika dijumlahkan nilainya bisa bikin dompet jebol,” ujar Handayani.

Minimnya literasi keuangan membuat banyak anak muda terjebak pada kebiasaan konsumtif, yang pada akhirnya mempengaruhi stabilitas keuangan mereka. Meski memiliki penghasilan yang cukup, tidak sedikit dari mereka yang kesulitan menyisihkan uang untuk tabungan, dana darurat, atau investasi.

Baca Juga: BRI Tawarkan Kemudahan Investasi Sukuk Tabungan ST013 Melalui BRImo  

Oleh karena itu, Handayani menekankan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Langkah sederhana yang bisa diambil adalah memisahkan kebutuhan dan keinginan. Kebutuhan adalah hal-hal mendasar yang harus dipenuhi untuk hidup, seperti tempat tinggal, makanan, dan biaya kesehatan.

Sebaliknya, keinginan adalah barang atau layanan yang tidak esensial, seperti pakaian bermerek atau gadget terbaru. Salah satu tantangan utama di era digital ini adalah kemudahan akses terhadap pinjaman online.

“Saat ini cukup banyak generasi muda yang terjerat pinjol. Berdasarkan data OJK karyawan dan pelajar merupakan profesi yang banyak terjerat pinjol (12%), di mana didominasi oleh generasi muda.” jelas Handayani.

Menurutnya, kemudahan akses teknologi dan internet menjadi faktor utama yang membuat pinjaman online begitu populer. Proses pengajuan yang praktis, syarat yang mudah, dan persetujuan yang instan menarik minat banyak anak muda. Kondisi keuangan yang belum stabil serta gaya hidup konsumtif juga memperbesar risiko terjerat dalam pinjaman berbunga tinggi ini.

Baca Juga: Survei Elektabilitas Pilgub Jawa Tengah: Ahmad Luthfi-Taj Yasin Ungguli Andika Perkasa-Hendi  

Meningkatnya penggunaan pinjaman online membawa dampak bagi industri perbankan. Pinjaman online tak hanya mengubah lanskap industri, tapi juga memacu bank untuk berinovasi.

“Pinjaman online biasanya menawarkan skema pengajuan yang praktis, syarat mudah, dan approval instan sehingga lebih banyak diminati. Selain itu, kondisi finansial yang tidak stabil membuat mereka tidak siap dengan adanya kebutuhan mendesak. Belum lagi gaya hidup konsumtif yang membuat pengaturan keuangan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Akses informasi terkait pinjaman formal dan edukasi keuangan yang kurang membuat mereka dengan mudah tergiur untuk mengajukan pinjol,” jelas Handayani.

BRI melihat tantangan ini sebagai peluang untuk terus berinovasi dan mengembangkan layanan yang memudahkan masyarakat, terutama generasi muda. Salah satu terobosan yang dilakukan adalah peluncuran BRIGuna Digital melalui aplikasi BRImo.

BRImo merupakan aplikasi serba guna yang menyediakan lebih dari 100 fitur perbankan, termasuk belanja online, layanan transportasi, hingga hiburan. Fitur ini dirancang untuk menarik anak muda yang mencari solusi perbankan dan gaya hidup dalam satu aplikasi.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini