NAWACITAPOST.COM - Pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (17/8/2024), Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri memilih untuk tidak menghadiri upacara bendera di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.
Sebagai gantinya, Megawati terlihat menjadi pembina upacara di Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, bersama jajaran DPP PDI-P dan ribuan satgas PDI-P.
Pantauan langsung di lokasi memperlihatkan bahwa Megawati tiba di Masjid At-Taufiq sekitar pukul 08.40 WIB, didampingi oleh putranya, Prananda Prabowo, serta Sekretaris Jenderal PDI-P, Hasto Kristiyanto.
Acara tersebut berlangsung khidmat dengan dihadiri lebih dari 5.000 anggota satgas PDIP. Hal itu memperkuat momen peringatan kemerdekaan yang dilakukan partai berlambang banteng tersebut di jantung Jakarta.
Baca Juga: Kapolres Siak Ajak Warga Ciptakan Situasi Aman Jelang Pilkada Melalui Jumat Curhat
Absennya Megawati di IKN menjadi perhatian, terutama karena Menteri Sekretaris Negara, Pratikno, sebelumnya mengungkapkan bahwa Istana telah mengundang semua mantan presiden untuk turut hadir dalam peringatan detik-detik Proklamasi di IKN.
Selain Megawati, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga diundang ke IKN. Namun, meskipun keduanya memilih sama-sama tidak menghadiri upacara HUT RI bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) di IKN.
Meski tidak hadir di IKN, Megawati tetap menjalankan peran penting dalam upacara bendera di Jakarta, yang diadakan oleh PDI-P. Dalam pidatonya, ia mengingatkan pentingnya menjaga semangat nasionalisme dan melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa.
Di tempat lain, suasana perayaan di IKN berlangsung dengan semarak. Ketua DPR RI Puan Maharani, putri Megawati, mendapatkan kehormatan untuk membacakan teks Proklamasi di hadapan Presiden Jokowi dan ribuan tamu undangan di IKN.
Mengenakan kebaya merah dengan selendang batik coklat di bahunya, Puan memimpin prosesi pembacaan Proklamasi dengan tegas dan penuh wibawa.
"Laksanakan!" ujar Presiden Joko Widodo dengan mantap saat memerintahkan dimulainya upacara, yang langsung ditandai dengan dentuman 17 kali tembakan meriam.
Ledakan meriam yang memekakkan telinga itu memecah keheningan, menandai detik-detik proklamasi yang disaksikan secara serentak di seluruh Indonesia, baik di IKN maupun Istana Kepresidenan Jakarta.
Upacara di IKN kali ini juga menampilkan sejumlah simbol budaya lokal, dengan Presiden Jokowi mengenakan busana adat Kutai yang mengundang perhatian banyak pihak. Perayaan ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Kepresidenan dan menjadi sorotan di seluruh penjuru negeri.
Artikel Terkait
Megawati: Saya Akan Datangi Kapolri Jika Hasto Ditangkap
Megawati Dorong TNI Ikuti Jejak Negara Maju dengan Alutsista Canggih
Megawati Prihatin Terhadap Kondisi "Partai Sebelah", Sentil Pentingnya Konstitusi
Megawati Tantang Upaya Kudeta, Siap Pimpin PDIP Lagi di 2024!
Megawati Umumkan 13 Calon Gubernur PDIP untuk Pilkada Serentak 2024, Ada Mantan Panglima GAM