Sementara itu, selain membantu proses pengerjaan bangunan, para personel TNI juga akan disiagakan untuk parameter keamanan di sekitar lokasi pembangunan gudang. Personel tersebut berjumlah lebih kurang 135 personel. Personel ini berada di bawah komando Mabes TNI Batalyon 751 Kodam 17/Cendrawasih. Sebagian besar dari mereka adalah para personel yang pertama kali membebaskan wilayah Agandugume dari pihak kelompok bersenjata beberapa waktu lalu.
Untuk diketahui, kemarau panjang yang diikuti cuaca dingin ekstrem setahun lalu memicu terjadinya gagal panen. Kondisi tersebut mengakibatkan warga dua distrik, Agandugume dan Lambewi, kesulitan untuk mendapatkan bahan makanan. Laporan Pusat Pengendalian Operasi BNPB mencatat bencana kekeringan di wilayah tersebut berdampak pada kurang lebih 7.500 jiwa.
ā£
Sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang penanggulangan bencana berorientasi pada peningkatan kapasitas dan kesiapsiagaan serta pemerataan kesejahteraan masyarakat dalam ketahanan pangan, diharapkan pembangunan gudang ini dapat menjadi salah satu upaya efektif guna mengantisipasi bencana kekeringan dan kelaparan akibat dampak gagal panen.
Artikel Terkait
Sukses Tanpa Kecurangan! SKD Catar Kemenkumham Papua 2024 Berbasis CAT Resmi Ditutup
Perkuat Pengawasan Orang Asing, Kemenkumham Papua Adakan Rapat Timpora Tingkat Provinsi Papua Pegunungan
Kanwil Kemenkumham Papua Hadirkan Layanan Eazy Passport di Provinsi Papua Pegunungan
Kanwil Kemenkumham Papua Ikuti Webinar Series "Cerdas Bersama BPSDM Hukum dan HAM" Secara Virtual
Patent One Stop Service 2024 Menyapa Tanah Papua, Kakanwil Kemenkumham Papua: Akhirnya Dapat Mendorong Peningkatan Jumlah Permohonan Paten