Selasa, 20 Oktober 2026

BCFM 2026 Catat Pendapatan Ratusan Juta, Fashion Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif Bekasi.

Photo Author
Restu Zebua, Nawacita Post
- Selasa, 20 Oktober 2026 | 17:08 WIB
Walikota Bekasi bersama Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono
Walikota Bekasi bersama Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono

NAWACITAPOST.COM – Ajang Bekasi City Fashion Movement (BCFM) 2026 yang berlangsung pada 9–11 Oktober 2026 berhasil mencatatkan nilai perputaran ekonomi sebesar Rp334.956.923 dari berbagai sektor usaha yang terlibat.

Capaian nilai transaksi tersebut disumbangkan oleh beragam lini industri kreatif, mulai dari stan batik, jasa penjahit, perancang busana, peserta bazar, perias (makeup artist), hingga produk-produk IKM dan UMKM.

Sektor jasa jahit menjadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi mencapai Rp137.302.420, disusul penjualan batik di Gerai Dekranasda yang mencatatkan angka Rp71.999.503.

Ketua Dekranasda Kota Bekasi, Wiwiek Hargono, menegaskan bahwa sejak awal BCFM memang didesain sebagai sarana promosi sekaligus perluasan jaringan pasar bagi para desainer, perajin, UMKM, IKM, serta pelaku industri kreatif di Kota Bekasi.

“BCFM kami dorong agar menghadirkan dampak ekonomi nyata bagi para pelaku usaha. Saat karya lokal dipamerkan, publik membeli, perancang busana meraih pesanan, penjahit memperoleh pekerjaan, dan UMKM mendapatkan pembeli, di sinilah ekosistem ekonomi kreatif bergerak serentak,” jelas Wiwiek.

Wiwiek menambahkan, keberhasilan tahun ini membuktikan komitmen berkesinambungan Dekranasda Kota Bekasi dalam menjadikan BCFM sebagai agenda tahunan yang kualitasnya terus ditingkatkan.

Bertempat di Pakuwon Mall Bekasi, BCFM 2026 mengusung tema “Sporty & Dynamic: Road to Porprov 2026”. Konsep ini memadukan keindahan motif batik khas Bekasi dengan gaya busana sporty guna menyambut gelaran Porprov Jabar XV 2026.

“Inovasi konsep selalu kami lakukan saban tahun. Harapan kami, BCFM terus menjadi wadah unjuk gigi bagi talenta dan produk lokal Bekasi sekaligus membukakan jalan rezeki yang lebih luas bagi para pelakunya,” tambahnya.

Tercatatnya angka transaksi Rp334,9 juta hanya dalam kurun tiga hari menunjukkan betapa besarnya multiplier effect (dampak berganda) dari helatan acara kreatif. Roda ekonomi tidak hanya berputar pada penjualan pakaian semata, melainkan merembet ke sektor jasa jahit, rancang busana, bazar kuliner, kerajinan tangan, hingga lini pendukung lainnya.

Diprakarsai oleh Wiwiek Hargono sebagai bentuk pengembangan dari ajang Bekasi Fashion Week, BCFM yang pertama kali digelar pada 2023 kini telah sukses dihelat selama 4 tahun berturut-turut.

BCFM senantiasa hadir sebagai wadah kolaborasi bagi para desainer, perajin, UMKM, komunitas, serta penggiat industri kreatif Kota Bekasi untuk memamerkan karya serta memperluas jangkauan pasar. Berlandaskan semangat Local to Global, BCFM bercita-cita membawa karya fashion lokal agar makin berdaya saing tinggi serta mampu menguatkan perekonomian daerah.

Sumber: Pemerintah Kota Bekasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Restu Zebua

Tags

Artikel Terkait

Terkini