Senin, 19 Oktober 2026

Penghuni Rutan Medaeng Capai 2.600 Orang, Satu Regu Hanya Dijaga 15 Petugas

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Senin, 19 Oktober 2026 | 21:56 WIB
Awasi 2.600 Warga Binaan, Rutan Medaeng Perkuat Deteksi Dini Ancaman Keamanan
Awasi 2.600 Warga Binaan, Rutan Medaeng Perkuat Deteksi Dini Ancaman Keamanan

SIDOARJO, NAWACITAPOST.COM - Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Surabaya di Medaeng, Sidoarjo, memperkuat sistem pengamanan melalui pembekalan dasar-dasar intelijen bagi petugas. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini dan mencegah potensi gangguan keamanan di tengah ketimpangan jumlah petugas dengan warga binaan.

Dalam satu regu pengamanan, Rutan Medaeng hanya memiliki sekitar 15 petugas untuk mengawasi kurang lebih 2.600 warga binaan. Kondisi tersebut membuat peningkatan kapasitas personel dan strategi pencegahan menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam rutan.

Pembekalan diberikan Unit Intelijen Polsek Waru kepada petugas pengamanan Rutan Kelas I Surabaya, Senin (19/10/2026). Materi yang disampaikan mencakup dasar-dasar intelijen, pengenalan potensi ancaman, serta langkah mitigasi untuk mengantisipasi gangguan keamanan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

Kanit Intel Polsek Waru, Iptu Ari Tri Atmaja, mengatakan pembekalan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petugas dalam menjalankan pengamanan sekaligus mengenali potensi gangguan sejak dini.

“Jadi kita memberikan bekal kepada seluruh anggota pengamanan rutan, yang pertama yaitu bagaimana cara melakukan pengamanan dan bagaimana melakukan mitigasi agar rutan ini berjalan tertib dan lancar sesuai SOP,” ujar Ari.

Menurutnya, potensi gangguan keamanan dapat muncul karena berbagai faktor, termasuk kondisi psikologis dan keinginan warga binaan untuk kembali bebas. Karena itu, petugas perlu memiliki kemampuan membaca situasi dan mengenali indikasi awal yang berpotensi memicu gangguan.

“Langkah deteksi dini dari intelijen ini bisa menjadi upaya menangkal dan pencegahan. Jadi, kita berikan dasar-dasar konsep intelijen, semoga rekan-rekan petugas yang melakukan pengamanan itu bisa bekerja dengan baik dan melakukan deteksi maupun mitigasi,” jelasnya.

Ari menambahkan, koordinasi antara jajaran pemasyarakatan dan kepolisian menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas keamanan. Ia menyebut situasi di wilayah Sidoarjo hingga kini tetap aman dan kondusif berkat sinergi lintas sektor.

“Alhamdulillah, sampai saat ini Sidoarjo dalam keadaan aman dan kondusif. Ini berkat kerja sama dan sinergitas antara Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) dengan Polri,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas I Surabaya, Kristiantoro Adi Wibowo, menyambut positif pembekalan intelijen tersebut. Menurutnya, kegiatan ini memberikan pengetahuan baru bagi petugas dalam mengidentifikasi risiko keamanan dan menentukan langkah pencegahan.

“Ini merupakan hasil sinergitas kami, Rutan Medaeng Surabaya dengan Polsek Waru. Ini menjadi hal yang baru bagi kami karena sebelumnya kegiatan intelijen seperti ini memang belum pernah dilaksanakan,” kata Kristiantoro.

Ia berharap kemampuan deteksi dini yang diperoleh petugas dapat membantu pimpinan mendapatkan informasi awal mengenai potensi gangguan. Informasi tersebut selanjutnya menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan dan langkah mitigasi risiko.

“Dengan adanya pembekalan ini, diharapkan petugas bisa memberikan informasi awal kepada kami untuk melakukan hal-hal yang menjadi dasar kebijakan ataupun keputusan dalam penanganan mitigasi risiko tersebut,” jelasnya.

Selain pembekalan intelijen, Rutan Medaeng juga meningkatkan intensitas pengawasan terhadap warga binaan melalui kontrol keliling yang lebih rutin. Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga di tengah keterbatasan jumlah personel.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini