Minggu, 18 Oktober 2026

Turnamen Futsal Reni Cup 2026, Reni Astuti Dorong Santri Surabaya Jago Ngaji, sehat, cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karim

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Minggu, 18 Oktober 2026 | 16:47 WIB

 

SURABAYA, NAWACITAPOST.COM – Santri tak hanya dituntut fasih mengaji, tetapi juga harus sehat, cerdas, berprestasi, dan berakhlakul karimah. Semangat itulah yang mewarnai Turnamen Futsal Santri Reni Cup 2026 yang digelar dalam rangka menyambut Hari Santri Nasional 2026, Minggu (18/10/2026).

Turnamen yang melibatkan santri Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ/TPK) dari berbagai kecamatan di Kota Surabaya ini berlangsung meriah. Tim Kenjeran keluar sebagai juara pertama, disusul Sukomanunggal sebagai juara kedua, Wiyung di posisi ketiga, dan Gubeng menempati peringkat keempat. Sementara itu, gelar top scorer diraih M. Rofif dari tim Gubeng dengan torehan 15 gol.

Anggota Komisi X DPR RI dari Fraksi PKS, Reni Astuti, mengatakan turnamen tersebut menjadi wadah bagi anak-anak santri untuk menyalurkan kegemaran berolahraga, khususnya sepak bola, tanpa meninggalkan kegiatan mengaji.

Tim Kenjeran keluar sebagai juara pertama, disusul Sukomanunggal sebagai juara kedua, Wiyung di posisi ketiga, dan Gubeng menempati peringkat keempat. Top scorer diraih M. Rofif dari tim Gubeng

“Anak-anak ini kan biasanya ngaji. Tapi kita tahu betul bahwa anak-anak santri, terutama yang laki-laki, senang bal-balan. Surabaya ini juga dikenal dengan sepak bolanya. Jadi, ngajinya oke, bal-balannya juga oke,” ujar Reni.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar kompetisi untuk memperebutkan piala. Lebih dari itu, Reni Cup diharapkan menjadi ruang pembinaan karakter, membangun sportivitas, mempererat persaudaraan, sekaligus mendorong anak-anak agar semakin mencintai olahraga dan pendidikan Al-Qur’an.

Reni berharap turnamen ini juga mampu menarik minat anak-anak yang gemar bermain sepak bola tetapi belum aktif mengaji di TPQ. Sebaliknya, santri yang sudah rutin mengaji diharapkan semakin bersemangat mengembangkan kemampuan olahraga mereka.

“Harapannya, anak-anak ini menjadi anak-anak yang sehat, cerdas, dan berakhlakul karimah,” tegasnya.

Reni menekankan pentingnya menanamkan akhlak sejak usia dini di tengah derasnya arus informasi dan berbagai tantangan yang dihadapi anak-anak. Menurutnya, kecerdasan dan prestasi harus berjalan beriringan dengan perilaku yang baik.

Ia menjelaskan, akhlakul karimah tidak cukup diajarkan melalui teori, tetapi perlu dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak harus belajar menyayangi dan menolong teman, menghormati orang yang lebih tua dan guru, serta menaati orang tua.

Nilai-nilai tersebut, lanjut Reni, juga dapat ditanamkan melalui pertandingan futsal. Anak-anak belajar menerima kekalahan, menghargai lawan, mematuhi aturan, dan menjaga emosi ketika bertanding.

“Ini salah satu bentuk akhlakul karimah yang harus ditanamkan kepada anak-anak sejak dini. Sehingga kasus, misalnya perundungan yang beberapa waktu terakhir muncul, tidak terjadi di kalangan anak-anak santri,” jelasnya.

Reni Cup 2026 merupakan penyelenggaraan perdana turnamen futsal khusus santri yang digagas melalui kolaborasi Komisi X DPR RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dengan dukungan Forum Komunikasi Pendidikan Al-Qur’an (FKPQ) Kota Surabaya.

Reni membuka peluang agar turnamen ini menjadi agenda tahunan. Namun, keberlanjutannya akan mempertimbangkan masukan dari para santri, orang tua, dan pengurus penyelenggara.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Tags

Terkini