NAWACITAPOST.COM — Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VII Tahun 2026 di Novotel Hotel Cikini, Jakarta, Sabtu (17/10/2026). Mengusung tema “Tantangan Menuju Nias Pulau Impian”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi program kerja organisasi sekaligus merumuskan langkah konkret dalam mendorong kemajuan dan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Nias.
Rakernas HIMNI VII 2026 dibuka secara resmi oleh Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) HIMNI, Prof. Yasonna H. Laoly, S.H., M.Sc., Ph.D., yang didampingi Ketua Umum HIMNI Yaatulo Gulo, S.E., S.H., M.Si., yang juga menjabat sebagai Bupati Nias. Hadir pula Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia, Bupati Nias Barat Dr. Eliyunus Waruwu, S.Pt., M.Si., M.M., Wali Kota Gunungsitoli Sowaa Laoly, S.E., M.Si., Ketua Panitia Rakernas Beesokhi Ndruru, S.H., M.H., Bendahara Umum HIMNI Marinus Nazara, S.H., M.H., serta para pendiri HIMNI, yakni Ama Frans Telaumbanua dan Dr. Idaman Zega, M.Th.
Kegiatan ini diikuti oleh peserta dari berbagai unsur organisasi, baik yang hadir secara langsung di Novotel Hotel Cikini maupun yang mengikuti secara daring. Pelaksanaan secara hybrid ini menandai upaya organisasi dalam memanfaatkan teknologi untuk memperluas partisipasi peserta.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Rakernas HIMNI VII 2026, Beesokhi Ndruru, menyampaikan bahwa pelaksanaan Rakernas sempat mengalami penundaan. Namun, berkat semangat kebersamaan dan keyakinan bahwa persatuan merupakan kekuatan untuk mencapai tujuan bersama, kegiatan tersebut akhirnya dapat terlaksana.
Semangat “Bersatu Kita Bisa” menjadi landasan bagi HIMNI untuk terus memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan kontribusi dalam pembangunan masyarakat Kepulauan Nias.
Nias Pulau Impian sebagai Visi Bersama
Tema “Tantangan Menuju Nias Pulau Impian” dipilih dengan mempertimbangkan gagasan Nias Pulau Impian yang telah diperjuangkan HIMNI sejak 2015 dan diluncurkan bersama Kementerian Pariwisata pada 2 Juni 2016.
Gagasan tersebut merupakan cita-cita untuk mewujudkan Kepulauan Nias sebagai wilayah yang masyarakatnya sejahtera, makmur, dan mandiri, serta mampu bersaing dengan daerah lain dan berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Nias Pulau Impian juga menggambarkan harapan akan terwujudnya kehidupan masyarakat yang semakin baik, didukung oleh keindahan alam, kekayaan sumber daya alam, serta keramahan dan kenyamanan lingkungan Kepulauan Nias.
Untuk mencapai cita-cita tersebut, diperlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat. Berbagai tantangan pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi daerah, pengelolaan potensi alam secara berkelanjutan, hingga peningkatan tata kelola pemerintahan dan kepatuhan hukum, menjadi aspek penting yang perlu mendapatkan perhatian bersama.
Melalui Rakernas ini, HIMNI diharapkan mampu merumuskan rekomendasi dan keputusan strategis yang tidak hanya memperkuat organisasi, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kepulauan Nias dan para pemangku kepentingan.
Yaatulo Gulo Tegaskan Perjuangan Provinsi Kepulauan Nias
Dalam sambutannya, Ketua Umum HIMNI, Yaatulo Gulo, menegaskan bahwa perjuangan untuk mewujudkan Provinsi Kepulauan Nias merupakan agenda panjang yang terus diperjuangkan HIMNI hingga saat ini.
Menurutnya, cita-cita pembentukan Provinsi Kepulauan Nias tetap menjadi bagian dari aspirasi masyarakat yang memerlukan perjuangan berkelanjutan, komunikasi, serta koordinasi dengan berbagai pihak.
Ia juga menyinggung bahwa realisasi pemekaran daerah berkaitan dengan kebijakan pemerintah pusat, termasuk moratorium pemekaran daerah dan kewenangan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam menentukan kebijakan terkait pembukaan moratorium tersebut.