NAWACITAPOST.COM - Kritik terhadap kondisi demokrasi di era pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) semakin nyaring terdengar, dengan para guru besar dari berbagai universitas turut menyuarakannya.
Sebagai contoh, Seruan Salemba 2024 yang disampaikan oleh para guru besar dari universitas di Jabodetabek, mencerminkan keprihatinan mereka terhadap kondisi demokrasi dan hukum saat ini.
Kritik juga datang dari para akademisi Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta, yang menolak hasil Pemilu 2024 karena dianggap terdapat kecurangan.
Rektor UII, Fathul Wahid, menyatakan bahwa kritik yang muncul tidak hanya terkait dengan situasi politik elektoral Indonesia. Menurutnya, ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan ketentuan yang ada.
Baca Juga: Pertamina Tindak Tegas Akibat SPBU di Karawang, Gunakan Alat Tidak Standar Kena Sanksi
"Ini lebih dari sekadar pemilu atau pilpres. Ini soal politik kebangsaan. Kami melihat banyak hal yang perlu kami suarakan setelah melihat perjalanan praktek berbangsa dan bernegara," ujar Fathul.
“Banyak hal yang tidak sesuai dengan yang seharusnya. Ini tidak sebatas politik elektoral, pemilu atau pilpres,” sambungnya.
Kondisi tersebut, menurutnya, sangat memprihatinkan dan harus segera ditangani karena dapat mengurangi kepercayaan publik terhadap pemerintahan.
Selain itu, praktik niretika yang mengabaikan norma berbangsa dan bernegara juga berpotensi terus terjadi jika kondisi demokrasi saat ini tidak segera diatasi.
Fathul menilai bahwa pemerintah terkesan mengabaikan etika dalam berbangsa dan bernegara.
Baca Juga: Komandan Puspomal Angkatan Laut Bersama Jalasenastri Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
“Karena ada semacam, mengakui bahwa ini sesuai yang normal, bukan masalah. Ini perlu kita lantangkan untuk mengingatkan banyak pihak,” terang Fathul.
Artikel Terkait
Lapas Pemuda Kelas III Langkat Kanwil Kemenkumham Sumut Ikuti Kegiatan Capaian Target Kinerja dan Penyerapan Anggaran
Lakukan Monitoring Pelayanan, Lapas Kelas IIB Lubuk Pakam Terima Kunjungan Kadivpas dan Kabid Yantah Kanwil Kemenkumham Sumut
Pejabat Gubernur Jakarta Klarifikasi Masalah Pemutusan KJMU Pada Pembekalan Musrembang
Komandan Puspomal Angkatan Laut Bersama Jalasenastri Gelar Buka Bersama dan Santunan Anak Yatim
Pertamina Tindak Tegas Akibat SPBU di Karawang, Gunakan Alat Tidak Standar Kena Sanksi