Satu Komando, Satu Data
Selama masa tanggap darurat, BPBD Kabupaten Nias Barat ditetapkan sebagai pusat koordinasi dan pengendalian data bencana.
Camat, pemerintah desa, serta seluruh perangkat daerah terkait diminta memperbarui data secara berkala, termasuk jumlah warga terdampak, rumah rusak, kelompok rentan, kerusakan infrastruktur, ternak, usaha masyarakat, dan kebutuhan penanganan.
Bupati menegaskan bahwa seluruh unsur pemerintah harus bekerja dengan prinsip satu komando dan satu data agar penanganan berlangsung cepat dan tidak tumpang tindih.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Kita harus bergerak cepat, tetapi tetap tepat, tertib, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegasnya.
Pemkab Nias Barat juga mengimbau masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar sungai dan wilayah rawan banjir, untuk tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan mengikuti informasi resmi pemerintah.(Yogi)
Artikel Terkait
3.283 Keluhan Desil di Surabaya, Dinsos Tak Bisa Jamin Perubahan
Kepemimpinan Anton–Poti Bukti Komitmen Ketahanan Pangan Rokan Hulu Bersama Petani
Kekeringan Pasuruan Makin Meluas, Khofifah Kirim 45 Tandon dan 500 Jeriken untuk 19.837 Warga
41 WNA Sindikat Online Scam Lintas Negara Diadili di Surabaya, Korban Ditipu hingga Jutaan Yen, Terancam 6 Tahun Penjara
Gagal Diselundupkan ke Rutan Surabaya, 5 Paket Kristal Putih Diduga Sabu Disembunyikan dalam Masakan