Jumat, 5 Juni 2026

Menaker: Keselamatan Pekerja Harga Mati, Balai K3 Harus Jadi Garda Terdepan Pencegahan

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Rabu, 15 April 2026 | 16:29 WIB

NAWACITAPOST.COMYassierli Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajaran Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Indonesia.

Ia menekankan bahwa nyawa manusia tidak boleh menjadi taruhan dalam aktivitas ekonomi apa pun. Menaker meminta Balai K3 untuk bertransformasi menjadi institusi yang lebih proaktif, analitis, dan menjadi ujung tombak dalam menekan angka kecelakaan kerja secara nasional.

Pernyataan ini disampaikan saat Yassierli melakukan kunjungan kerja dan meninjau langsung operasional Balai Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (BBK3) Jakarta pada Selasa (14/4/2026).

Baca Juga: Imigrasi Belawan Edukasi Pelajar Cegah Tindakan Pidana Perdagangan Orang

Pergeseran Paradigma: Fokus pada Preventif dan Promotif

Dalam arahannya, Menaker Yassierli menyoroti pentingnya perubahan paradigma dalam perlindungan tenaga kerja. Perlindungan tidak boleh bersifat reaktif atau hanya muncul setelah terjadi insiden tragis. Sebaliknya, kekuatan utama harus terletak pada langkah-langkah promotif dan preventif.

"Upaya promotif dan preventif sangat penting. Saya instruksikan seluruh jajaran pegawai BBK3 Jakarta untuk bergerak lebih masif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan edukasi. Kita harus mampu menekan angka fatalitas di tempat kerja secara signifikan," tegas Yassierli.

Ia menambahkan bahwa kecelakaan kerja memiliki dampak domino yang luas. Bukan sekadar statistik di atas kertas, setiap insiden menyangkut:

  1. Keselamatan Jiwa Manusia: Hak dasar setiap pekerja untuk pulang dengan selamat.
  2. Keberlangsungan Keluarga: Perlindungan ekonomi bagi istri, suami, dan anak-anak pekerja.
  3. Reputasi Sistem: Kepercayaan publik dan internasional terhadap sistem perlindungan tenaga kerja di Indonesia.

Baca Juga: Bidik Rp9,5 Triliun, Ciputra Development Optimistis Capai Target Lewat Segmen Premium

Kolaborasi Strategis dan Sinergi dengan PJK3

Menaker menyadari bahwa tantangan menurunkan angka kecelakaan kerja di seluruh pelosok negeri tidak bisa dipikul oleh pemerintah sendirian. Ia menyerukan penguatan ekosistem K3 melalui kolaborasi yang lebih erat dengan pihak swasta, terutama Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

Yassierli menegaskan bahwa kehadiran PJK3 harus dipandang sebagai kawan seiring, bukan kompetitor.

"PJK3 bukan saingan kita. Mereka adalah mitra agar tujuan besar kita tercapai, yaitu turunnya angka kecelakaan kerja di seluruh Indonesia," ujarnya.

Transformasi SDM: Dari Teknis ke Manajerial

Salah satu poin krusial yang ditekankan Menaker adalah peningkatan kapasitas pegawai di lingkungan Balai K3. Ia menginginkan para penguji K3 berkembang menjadi tenaga ahli yang komprehensif.

"Pegawai tidak boleh hanya terpaku pada pemeriksaan teknis di lapangan, tetapi harus mampu melakukan analisis data yang mendalam," katanya.

Baca Juga: Properti Eksklusif di Bekasi dan Karawang? Ini Hunian Mewah hingga Ruko Strategis

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini