Jumat, 5 Juni 2026

Berikan Perhatian Serius, Ketua Umum PGI dan Rombongan Kunjungi Padang Sarai

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Sabtu, 2 Agustus 2025 | 14:03 WIB
Ketua Umum PGI Pdt Jacklevyn Fritz Manuputty ketika melakukan kunjungan ke Padang Sarai (Istimewa)
Ketua Umum PGI Pdt Jacklevyn Fritz Manuputty ketika melakukan kunjungan ke Padang Sarai (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM — Peristiwa pembubaran dan perusakan sebuah rumah doa sekaligus tempat pendidikan bagi siswa Kristen milik Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) di Padang Sarai, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Minggu (27/7/2025), mendapat perhatian serius dari Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI).

Setelah mengeluarkan pernyataan resmi yang mengecam aksi intoleransi tersebut, Ketua Umum PGI Pdt Jacklevyn Fritz Manuputty, pada Jum'at (1/8/2025), mengunjungi langsung para korban, sebagai bentuk solidaritas dan dukungan moral maupun psikis, serta memastikan para jemaat GKSI merasa aman, dan tidak sendirian.

Ketua Umum PGI Pdt Jacklevyn Fritz Manuputty saat bertemu dengan para jemaat, termasuk anak-anak (Istimewa)

Dalam kunjungannya, Pdt Jacky Manuputty bertemu dengan para jemaat, termasuk anak-anak, untuk mendengarkan cerita mereka dan memberikan trauma healing sederhana. Ia juga bersilaturahmi dengan pimpinan gereja, tokoh masyarakat, serta jaringan lintas iman di Sumatera Barat.

Baca Juga: Penggeledahan Kamar Hunian, Lapas Padangsidimpuan Tingkatkan Pengawasan Keamanan

“Saya tegaskan bahwa PGI mendukung upaya-upaya hukum yang sedang ditempuh, biarlah negara melakukan bagiannya dan kita melakukan bagian kita. Masing-masing kita saling mendukung untuk menjalankan perannya," kata Pdt Jacky Manuputty.

Menurut Pdt Jacky Manuputty, pengacara saat ini menjalankan tugasnya untuk mengawal proses hukum, sementara gereja dan teman-teman lintas iman diharapkan segera mengkonsolidasi rajutan-rajutan sosial agar terwujud kembali rasa percaya yang memang tidak gampang.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada GAMKI, GMKI, Pelita Padang, LBH Padang, serta jaringan lintas iman lainnya, yang telah mengawal kasus ini agar keadilan dapat diwujudkan.

"Ucapan terima kasih ini juga kami sampaikan kepada pihak kepolisian, sebagai alat negara, yang telah menggaransi seluruh proses hukum secara adil. Sebagaimana diketahui, polisi telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus ini," ujarnya.

Baca Juga: Program Ketahanan Pangan Berbasis Kemandirian, Lapas Kotanopan Kembali Panen Ikan Lele di Area SAE

Pdt Jacky Manuputty berharap semua mendoakan agar bisa melampaui tahapan-tahapan ini, dan tidak hilang daya kritis untuk melihat persoalan kebangsaan lain, yang betul-betul membutuhkan energi masyarakat sipil untuk melihatnya.

"Jangan sampai pengalihan isu kita semua sibuk, lalu kita tidak melihat persoalan kebangsaan yang jauh lebih besar," tegas Ketum PGI.

Belum ada Trauma Healing
Dalam kunjungan itu didapati belum ada dilakukan trauma healing seperti yang dijanjikan oleh pemerintah termasuk yang disampaikan pada kunjungan Wapres Gibran Rakabuming pada 30 Juli 2025 lalu.

Beberapa anak yang mengalami kekerasan langsung, masih sering histeris dan tantrum karena trauma mengingat kejadian itu. Dokter Esther Sinsuw dari Komisi Kesehatan PGI turut mengkonsolidasi rekan-rekannya PDSKJI Cabang Sumatera Barat, untuk membantu penanganan terhadap orang tua maupun anak yang mengalami trauma.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini