NAWACITAPOST.COM – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Nias Barat dilaksanakan pada hari Kamis, 24 April 2025, bertempat di Hall Tokosa, Lahomi, Nias Barat. Acara ini menghadirkan Plt Rektor Universitas Nias, Delipiter Lase untuk mengupas tuntas strategi peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Nias Barat.
Delipiter Lase, dalam paparannya menyampaikan bahwa di Kabupaten Nias Barat perlu dilakukan tindakan solutif untuk mengatasi kesenjangan tingkat pendidikan. Menurutnya, perlu dilakukan sebaran distribusi tenaga pendidik (guru) serta sebuah proyek percontohan sekolah unggulan di setiap tingkatan SD, SMP, maupun SMA/SMK.
Dari data yang ada, Kabupaten Nias Barat hari ini memiliki jumlah sekolah dan rasio murid TK 21,5, SD/MI 121,6, dan SMP/MTs 171,4. Artinya, banyak sekolah tergolong kecil sehingga tidak efisien dari sisi pembiayaan. Sementara itu, lonjakan jumlah guru dan ketimpangan rasio berada pada angka 3.703 guru, padahal kebutuhan wajar sebanyak 926 guru.
Hal ini. kata dia, menimbulkan permasalahan kelebihan guru akibat rekrutmen tanpa analisis kebutuhan, peningkatan beban belanja pegawai, serta distribusi guru yang tidak merata. "Satu lagi yang menjadi perhatian adalah Angka Partisipasi Murni (APM) Kabupaten Nias Barat (2023), yaitu SD/MI sebanyak 94,76 persen, SMP/MTs 82,83 persen, dan SMA/SMK 74,59 persen, yang artinya menghasilkan analisis terjadinya ketimpangan distribusi dan peran guru,” jelasnya.
Lebih lanjut, Delipiter menguraikan bahwa Kabupaten Nias Barat menghadapi fenomena pemanfaatan sekolah yang rendah, yaitu jumlah peserta didik yang sangat sedikit dibandingkan kapasitas atau potensi sekolah tersebut (low school utilization), terutama di jenjang PAUD dan SD. Hal ini menyebabkan tingginya jumlah sekolah kecil yang berakibat pada pemborosan biaya operasional dan tenaga pendidik.
Delipiter menekankan perlunya strategi yang matang, bertahap, sistematis, dan terukur, serta mampu menghasilkan output yang bisa dievaluasi, merupakan catatan penting untuk menjawab tantangan pendidikan di Kabupaten Nias Barat. "Revitalisasi sekolah kecil, redistribusi dan optimalisasi guru, literasi dan numerasi komunitas, penguatan pendidikan kejuruan kontekstual, transformasi digital bertahap, perluasan wajib belajar 12 tahun, serta profesionalisme dan motivasi guru adalah bagian dari rekomendasi strategi prioritas dan berkualitas yang bisa dilakukan,” tutur Delipiter.
Baca Juga: Lebaran Betawi 2025 Ramaikan Monas, Dodol hingga Kerak Telor Siap Disajikan Gratis! Ini Jadwalnya
Dalam kegiatan ini juga dihadiri pembicara lain, yakni Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappelitbang Provinsi Sumatera Utara Ihsan Azhari; dan Kepala Bidang Hortikultura Provinsi Sumatera Utara Lambok Turnip. Acara ini juga diikuti oleh seluruh peserta Musrenbang dari unsur Pimpinan Perangkat Daerah, Staf Ahli dan Asisten beserta jajarannya, para Camat se-Kabupaten Nias Barat, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, pimpinan BUMN/BUMD, pimpinan ormas, LSM, dan pers. (Yogi)
Artikel Terkait
Film Angkara Murka Tayang di Far East Film Festival, Angkat Isu Kehidupan Pekerja Tambang Yang Kejam
Ratusan Siswa Jadi Korban Keracunan, ICW Desak Hentikan Program Makan Bergizi Gratis
Pernah Divonis Pada 8 Agustus 2017, Kini Subandi Kini Jabat Kades di Desa Tempelwetan Loceret
Kasus Peredaran Narkotika Jenis Shabu Seberat 217,96 Gram, Seorang Bandar Diringkus, Sat Polres Siak
Hari Otonomi Daerah ke-29, Gubernur Banten Andra Soni: Kunci Pemerataan Pembangunan