Kamis, 4 Juni 2026

Film Angkara Murka Tayang di Far East Film Festival, Angkat Isu Kehidupan Pekerja Tambang Yang Kejam

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Jumat, 25 April 2025 | 14:02 WIB
Film Angkara Murka Tayang di Far East Film Festival
Film Angkara Murka Tayang di Far East Film Festival

NAWACITAPOST.COM - Forka Films memperkenalkan film terbaru, Angkara Murka. Sebuah film horor yang membawa cerita kelam dan tragis tentang kehidupan para pekerja tambang di lereng Merapi.

Angkara Murka menjadi debut film horor dari Forka Films yang digawangi sineas Ifa Isfansyah. Film ini pun menjadi debut film panjang bagi sutradara asal Yogyakarta, Eden Junjung yang selama ini banyak membuat film pendek yang beroleh tempat di skena internasional, seperti yang meraih pengakuan di festival internasional seperti Happy Family, Bura, dan The Intrusion.

Dibintangi oleh Raihaanun, Aksara Dena dan Simhala Avadana, film ini menceritakan Ambar, seorang perempuan yang kehilangan suaminya di lokasi tambang di lereng Gunung Merapi.

Demi menyambung hidup sekaligus mencari kebenaran tentang hilangnya sang suami, Ambar pun menjadi pekerja di tambang tersebut.

Ambar menjadi satu-satunya perempuan di tengah kerasnya keseharian para pekerja laki-laki di sana.

Baca Juga: Keren! Jadi Film Terlaris Ke-5 di Indonesia, Jumbo Tembus 6 ,3 Juta Penonton

Dalam prosesnya itu, dia pun mengungkap fakta mengerikan tentang teror dan rahasia gelap yang terkubur di dalam tambang, terkait dengan ritual sesat pemilik tambang tersebut.

Sutradara, Eden Junjung  mengatakan, Angkara Murka terinspirasi dari cerita-cerita yang kerap didengarnya semasa kecil, tentang misteri horor di lereng Gunung Merapi.

Setelah melakukan riset panjang di sana, dia pun kemudian menyadari bahwa ada sesuatu yang metaforis di balik cerita-cerita masa kecil.

Bahwa kegelapan di lereng gunung itu tak hanya terkait dengan mistis, namun juga ada keseharian pertambangan yang keras, hingga eksploitasi manusia.

"Melalui film ini mungkin kita bisa sampaikan ke masyarakat luas bahwa ada sesuatu yang tidak terbaca sebelumnya, dan melalui film ini masyarakat, penonton bisa sedikit banyak tahu bahwa ada kejadian-kejadian seperti ini, apa yang ada di sana itu akun rasa penting disampaikan kepada masyarakat," ungkap Eden di Jakarta, Kamis (24/4).

Produser Ifa Isfansyah menambahkan, Angkara Murka bukan sekadar film yang menyajikan ketakutan atau horor.

Baca Juga: Kasus Peredaran Narkotika Jenis Shabu Seberat 217,96 Gram, Seorang Bandar Diringkus, Sat Polres Siak

Film ini menurutnya membawa cerita yang penting, menggambarkan realitas yang tragis dan juga perlu diceritakan kepada masyarakat luas.

Halaman:

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini