Kamis, 4 Juni 2026

Wafatnya Paus Fransiskus, Penonton Film Conclave Meningkat Tajam 283 Persen

Photo Author
Safriana syahra, Nawacita Post
- Jumat, 25 April 2025 | 09:45 WIB
Penonton Film Conclave Meningkat Tajam 283 Persen (Dok. TIX ID)
Penonton Film Conclave Meningkat Tajam 283 Persen (Dok. TIX ID)

NAWACITAPOST.COM -  Meninggalnya Paus Fransiskus pada 21 April 2025 membawa dampak besar, termasuk melonjaknya minat publik terhadap film bertema kepausan.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Conclave, film thriller besutan Edward Berger yang mengangkat kisah fiktif pemilihan paus baru pasca wafatnya pemimpin tertinggi Gereja Katolik.

Film ini dibintangi aktor kenamaan Ralph Fiennes dan telah meraih predikat Film Terbaik di ajang BAFTA, serta masuk dalam delapan nominasi Oscar.

Berdasarkan laporan The Guardian pada Kamis (24/4/2025), penonton Conclave melonjak drastis hingga 283 persen hanya dalam waktu 24 jam.

Data dari Luminate mencatat, pada 20 April film ini disaksikan selama 1,8 juta menit, dan melonjak jadi 6,9 juta menit sehari setelahnya.

Baca Juga: Gereja Katedral Jakarta Gelar Misa Requiem Sore Ini, Mengenang Paus Fransiskus

Conclave merupakan adaptasi dari novel karya Robert Harris, dengan naskah ditulis oleh Peter Straughan, peraih BAFTA dan Oscar.

Dalam film ini, Ralph Fiennes memerankan Kardinal Lawrence, seorang tokoh kompleks yang dihadapkan pada pergolakan iman di tengah proses penting memilih paus baru.

Alur cerita menghadirkan ketegangan dan intrik yang tersembunyi di balik megahnya dinding Vatikan.

Tak hanya Conclave, minat terhadap film bernuansa Vatikan juga meningkat pada The Two Popes (2019), yang dibintangi Jonathan Pryce dan Anthony Hopkins.

Film ini mengalami lonjakan penayangan hingga 417 persen, dari semula 290.000 menit menjadi 1,5 juta menit hanya dalam sehari.

Editor: Safriana syahra

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini