Minggu, 14 Juni 2026

Misteri Truk Merah: Aroma "Tangkap Lepas" Solar Subsidi di Dit Polairud Polda Sumut, Warga Desak Propam Turun Tangan!

Photo Author
Tiarsin, Nawacita Post
- Minggu, 14 Juni 2026 | 20:05 WIB

NAWACITAPOST.COM — Aroma tak sedap menyeruak dari balik tembok Markas Komando (Mako) Dit Polairud Polda Sumatera Utara. Sebuah penangkapan besar yang semestinya menjadi prestasi dalam memberantas mafia bahan bakar minyak (BBM), kini justru berubah menjadi tanda tanya besar yang memicu kegemparan publik.

Dua unit truk Colt Diesel bermuatan total 4 ton solar bersubsidi dilaporkan sempat dicegat petugas di kawasan Desa Bagan Serdang, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, pada Jumat (15/5/2026). Namun ironis, dalam hitungan jam, salah satu truk bak "ditelan bumi". Publik kini bertanya-tanya: Apakah ini murni salah paham, atau ada skandal "tangkap lepas" di balik layar?

Kronologi di Lapangan: Satu Diamankan, Satu Menguap?

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga lokal di Bagan Serdang, pada Selasa (9/6/2026), aksi pencegatan itu terjadi dengan dramatis. Dua truk pengangkut solar—satu berwarna kuning dengan nomor polisi BK 8687 VB, dan satu lagi berwarna merah misterius tanpa plat yang jelas dan diduga membawa masing-masing 2 ton solar.

Baca Juga: Sentuhan Kasih dan Kolaborasi Hebat, Pelepasan Siswa TK Tarakanita Solo Baru Berlangsung Meriah!

Namun, pemandangan kontras tersaji saat awak media mendatangi Mako Dit Polairud Polda Sumut untuk melakukan konfirmasi. Di halaman parkir, hanya terlihat Truk Colt Diesel warna kuning yang berdiri kaku dipasangi garis polisi.

Di mana Truk Merah? Pertanyaan itu menggantung di udara. Truk merah yang awalnya disebut-sebut ikut ditangkap, sama sekali tidak terlihat batang hidungnya. Dugaan adanya praktik suap dan "main mata" alias tangkap lepas pun langsung berembus kencang.

Sanggahan Kasubdit: "Hanya Ada Satu Truk!"

Mencoba mengurai benang kusut ini, konfirmasi langsung dilayangkan kepada AKBP Hendrik Barus Kasubdit Polairud Polda Sumut, melalui pesan elektronik WhatsApp. Perwira menengah ini dengan tegas membantah isu miring yang beredar.

"Tidak benar pak, dari awal penanganan perkara ini kami hanya mengamankan satu kendaraan truk di TKP hingga kami amankan di Mako Polairud," ujar AKBP Hendrik Barus, pada Selasa (9/6/2026).

Baca Juga: Gebrakan Global! Universitas Esa Unggul x Arizona State University Cetak Talenta Masa Depan Lewat Kampus Baru

Hendrik menambahkan bahwa saat ini pihaknya tengah bekerja profesional untuk melengkapi administrasi penyidikan (Mindik), memeriksa saksi-saksi di TKP, hingga melakukan uji laboratorium bersama Pertamina dan ahli dari BPH Migas.

Bahkan, Hendrik berbalik meminta bantuan dari masyarakat dan media untuk mengusut tuntas rumor truk merah tersebut.

"Terima kasih infonya pak, terkait dengan info yang bapak sampaikan mohon kiranya bapak bisa membantu kami untuk pengembangan lebih lanjut. Bantu kami untuk mendatakan identitas-identitas warga tersebut supaya kami bisa dalami kebenarannya. Pasti kami profesional pak," pintanya.

Masyarakat Meradang, Desak Propam Periksa Oknum Petugas

Meskipun ada bantahan resmi dari pihak kepolisian, gejolak di tengah masyarakat Bagan Serdang tidak mereda begitu saja. Warga yang mengklaim melihat langsung keberadaan dua truk di lokasi kejadian merasa ada yang disembunyikan.

Baca Juga: Mengguncang Jakarta, Ratusan Warga Tengki Seribu Batam Ketuk Pintu Menteri HAM

Halaman:

Editor: Tiarsin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini