Tak main-main, warga kini mendesak Bid Propam Polda Sumatera Utara untuk segera turun tangan melakukan investigasi internal. Mereka meminta seluruh oknum petugas hingga perwira Dit Polairud yang bertanggung jawab dalam operasi penangkapan di Pantai Labu tersebut diperiksa secara intensif.
"Kami menduga kuat ada permainan di sini. Pemilik truk merah diduga telah menyuap oknum tertentu sehingga mobilnya dilepas. Kami minta Propam bertindak adil, jangan sampai hukum tajam ke bawah tapi tumpul ke samping!" tegas salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Kini, kasus hilangnya truk merah bermuatan solar ini menjadi bola liar. Apakah Dit Polairud Polda Sumut mampu membuktikan profesionalitas mereka, ataukah lingkaran hitam mafia solar kembali berhasil meloloskan diri dari jerat hukum? Publik menunggu pembuktiannya.(MH)
Artikel Terkait
Cetak Sejarah! Kota Bekasi Raih Opini WTP dan Melesat Masuk 5 Besar Terbaik se-Jawa Barat
Mata Rantai Yang Terputus: Gurita Bauksit Aseng dan Misteri "Satu Meja" di Kalbar
Batam Dikepung Air: Alam Menjerit, Warga Tuding Proyek Reklamasi Jadi Biang Kerok!
Skandal Mbg Merambat Ke Lampung: Gurita Korupsi Pusat Menular, GPB Desak Kejagung Geledah 1.200 Dapur!
Kawal Uang Rakyat Hingga WTP Ke-9: DPRD Nganjuk Tegaskan Pengawasan Ketat di Rapat Paripurna LPJ APBD 2025!