Pihaknya masih butuh turun ke lokasi untuk memastikan kondisi air sungai. Misal memang ada limbah yang menggangu aktivitas warga, pihaknya berharap dinas terkait untuk turun dan memberikan edukasi kepada peternak.
“Harapan saya dari dinas terkait bisa memberikan penanggulangan, terutama mengedukasi masyarakat biar faham mengerti terkait dampak ke lingkungan. Butuh sosialisasi kepada masyarakat. Harapan kami Pemerintah harus sigap, di dinas yang membidangi itu,”ujarnya.
Hal itu terjadi lantaran masih banyak para peternak yang belum faham atas dampak lingkungan. “Menurut saya karena ketidakfahaman,” katanya.
Saat ini Sugiat memandang perlu adanya pembangunan IPAL, hal itu bukan tanpa alasan namun karena masyarakat di wilayahnya mayoritas peternak sapi perah.
“Sangat perlu dibangunkan IPAL, apalagi peternak perah disini begitu banyak. Kebanyakan warga kami di usaha sapi perah,”tandasnya.
Sementara Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Jombang Miftakhul Ulum saat dikonfirmasi via telepon HP mengatakan, pihaknya akan menurunkan tim untuk meninjau aduan warga kejadian dimaksud. Guna mencari analisa dan solusi alternatif.
“Kita tunggu informasi titik koordinat yang tepat sesuai laporan warga,” ucap Kadis LH Miftakhul Ulum.
Artikel Terkait
Sulap Limbah Dapur Jadi POC, LPKA Palu Ajak Anak Binaanya Berinovasi
Kurangi Limbah Organik, Lapas Suliki Budidaya Maggot BSF
Menteri LHK Tinjau Pemulihan Lahan Terkontaminasi Limbah Bahan Beracun di Jombang
Tingkatkan Kualitas Kesehatan, Air Limbah Lapas Perempuan Palembang Tersambung Jaringan IPAL Palembang
Kemensos Luncurkan Kompor Inovasi Berbahan Bakar Limbah Sawit