"Kalau hanya ngrasani (bergunjing, red) di warung kopi tidak akan direspon, tapi di agenda resmi ini pasti akan mendapat respon, karena aspirasi njenengan kita bawa ke rapat Fraksi dan kita sampaikan ke Pemerintah kota Surabaya dalam sidang Paripurna," terang Dyah Katarina yang pernah menjadi ketua TP-PKK kota Surabaya selama 13 tahun ini.
Baca Juga: Anas Karno Tekankan Pentingnya Skill dari Perguruan Tinggi untuk Ekonomi Warga Surabaya
Jaring aspirasi juga dilakukan dalam Musrenbang, tapi kata Dyah, biasanya agenda tersebut hanya menyerap masalah kebutuhan infrastruktur.
Dyah juga menjelaskan, banyak program-program bermanfaat yang kurang diakses oleh masyarakat. Bisa jadi karena kurangnya sosialisasi.
"Seperti sanggar-sanggar kesenian gratis, berbagai pameran dan acara yang ada di Balai Pemuda, sayang kalau tidak dimanfaatkan masyarakat," kata Dyah.
Baca Juga: Dyah Katarina: Reses Bukan Ajang Kampanye, Tapi Kulakan Aspirasi Warga!
Dyah Katarina berharap, agar masyarakat Surabaya bisa menerima manfaat dari program-program dan bantuan dari Pemerintah kota.
"Uang pemerintah itu berasal dari urunan warga melalui pajak dan retribusi, dan ini akan dikembalikan ke masyarakat melalui program atau bantuan, manfaatkan!" ujarnya.
Meski demikian, Dyah juga berharap agar masyarakat berperan aktif melaporkan hal-hal yang keliru yang dilakukan oleh Pemkot dan jajarannya.
Baca Juga: Erick Thohir Mendampingi Prabowo & Gibran di Debat Cawapres, Ini Reaksi Warganet!
"Tentunya dengan informasi yang jelas, bisa di WA kan ke 08155030111. Ini nomer saya!" Ucap Dyah menutup paparannya.
Ditempat yang sama, Mukhid ketua RT03 RW10 berharap semoga kegiatan ini memperoleh banyak manfaat, khususnya untuk warga.
"Mari berperan aktif membangun kota Surabaya, khususnya di wilayah RT03 RW10 Karah. Manfaatkan agenda Reses ini dengan memberikan aspirasi anda," ungkap Mukhid.
Baca Juga: Tugas dan Wewenang PTPS Pemilu 2024: Penjelasan Lengkap Beserta Kewajibannya
Yang menarik dari agenda reses kali ini adalah tangisan seorang ibu Lansia yang mengeluh tidak lagi mendapat bantuan dari Pemerintah.
"Saya Bu Paiman, hampir satu tahun ini saya endak dapat bantuan dari Pemerinta. Padahal selama ini sangat kekurangan, bahkan pak Paiman selama ini mengalami kelumpuhan dan membutuhkan Pampers setiap harinya," keluhnya kepada Dyah Katarina.
Artikel Terkait
Petrus Loyani: Profesional Spesialis lebih punya Prospek Cerah!
Debat Cawapres: Gibran Pakai Jaket Naruto, Netizen Heboh di Medsos
Survei Terbaru: Elektabilitas Prabowo-Gibran Unggul Menurut Charta Politika
Tugas dan Wewenang PTPS Pemilu 2024: Penjelasan Lengkap Beserta Kewajibannya
Erick Thohir Mendampingi Prabowo & Gibran di Debat Cawapres, Ini Reaksi Warganet!
Hajatan Rakyat, Ganjar Tegaskan Komitmen satu keluarga miskin satu sarjana 'Gratis'