Jumat, 10 Juli 2026

Berita Opini: Ketika Pemimpin Marah di Kamera, Senyap di Akar Persoalan? Apakah Ini Wajah Birokrasi Modern?

Photo Author
Elya Yuddy Irawan, Nawacita Post
- Jumat, 10 Juli 2026 | 09:38 WIB
Gambar ilustrasi
Gambar ilustrasi

 

Oleh: Redaktur (Nawi)

NAWACITAPOST.COM - Fenomena pemimpin Surabaya yang dikenal keras, tegas, bahkan kerap memarahi bawahan di depan publik bukan hanya terjadi pada era Wali Kota Eri Cahyadi. Jika ditarik ke belakang, pola kepemimpinan tersebut telah muncul sejak masa Sunarto Sumoprawiro, berlanjut pada Bambang Dwi Hartono, mencapai puncak eksposur publik pada era Tri Rismaharini, dan masih terlihat pada kepemimpinan Eri Cahyadi. Meski demikian, masing-masing juga meninggalkan capaian penting bagi Kota Surabaya.

1. Sunarto Sumoprawiro:

Disiplin ala birokrat Orde Baru
Sunarto atau yang akrab disapa Cak Narto dikenal sebagai pemimpin yang menerapkan disiplin birokrasi dengan pendekatan komando.

Pada masa itu, budaya birokrasi masih sangat hierarkis sehingga teguran keras kepada ASN menjadi hal yang lumrah. Meski dokumentasi digital mengenai kemarahannya tidak sebanyak era setelah reformasi, sejumlah catatan sejarah pemerintahan Surabaya menggambarkan gaya kepemimpinannya yang keras terhadap bawahan demi menjaga disiplin aparatur.

Prestasi utama:

- Mendorong penataan awal kawasan kota dan pelayanan perkotaan menjelang era otonomi daerah.

- Menjadi salah satu fondasi reformasi administrasi sebelum diberlakukannya desentralisasi pada 2001.

2. Bambang DH: Tegas, tetapi lebih banyak bekerja melalui sistem

Bambang DH dikenal sebagai pemimpin yang relatif tenang dibanding penerusnya. Namun, ia juga beberapa kali memberikan teguran keras kepada kepala dinas ketika target pembangunan tidak tercapai.

Gaya kepemimpinannya lebih menekankan evaluasi kinerja daripada konfrontasi terbuka.

Prestasi besar:

- Memulai pembangunan box culvert secara masif sebagai solusi banjir yang hingga kini masih menjadi tulang punggung sistem drainase Surabaya.

- Memperluas ruang terbuka hijau.

- Mengembangkan pelayanan kesehatan masyarakat, termasuk pembangunan RSUD BDH.

- Menata jalan lingkungan dan infrastruktur kampung secara luas. (Sumber: Reddit)

Halaman:

Editor: Elya Yuddy Irawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini