Nias Selatan,Nawacita - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite (RON 90) mulai dirasakan masyarakat di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir.Senin, (13/ 07-2026), Pukul : 07.00 Wib
Antrean kendaraan di sejumlah SPBU kian panjang, sementara tidak sedikit pengendara mengaku kesulitan mendapatkan BBM subsidi tersebut di beberapa SPBU yang ada di kabupaten Nias Selatan.
Fenomena ini muncul bersamaan dengan semakin banyaknya SPBU Pertamina berkonsep Signature yang hanya menyediakan BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex.
Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran di tengah masyarakat bahwa Pertalite perlahan sedang diarahkan menuju penghapusan secara bertahap.
Banyak konsumen mulai bertanya-tanya apakah pemerintah Pusat tengah menyiapkan skenario serupa seperti saat menghapus Premium (RON 88) beberapa tahun lalu.
Di sejumlah kota besar maupun wilayah Sumatra Utara kabupaten Nias Selatan Di Setiap SPBU yang ada di Teluk Dalam,pengendara mengeluhkan stok Pertalite yang sering kosong sudah Sejak hari Kamis kemrin
Tidak sedikit SPBU Kosong Masyarakat Sering bertanya kepada Petugas SPBU kadang tidak memasang pemberitahuan “Pertalite Habis” atau dalam perjalanan, namun pihak SPBU di Berbagai di Teluk dalam menghiraukan Tugas dan Fungsinya Pelayanan kepada masyarakat.
Akibatnya, masyarakat yang selama ini bergantung pada BBM subsidi terpaksa membeli Pertamax yang harganya lebih tinggi dan antrian Perjam - jam.
Kondisi ini dinilai cukup memberatkan, terutama bagi pengendara roda dua, pelaku UMKM, hingga pekerja sektor informal yang memiliki mobilitas tinggi.
Sejumlah warga mengaku pengeluaran harian mereka meningkat akibat harus beralih sementara ke BBM nonsubsidi,dan Warga juga mengeluh Berjam - jam menunggu agar mendapatkan minyak Pertamax yang harganya Rp 16.650./ liter
Selain itu, meningkatnya jumlah SPBU Pertamina di Teluk Dalam Nari - nari juga dinilai mempersempit akses masyarakat terhadap BBM subsidi.
Masyarakat Nias Selatan mengharapkan agar pihak pertamina dan Pemerintah Daerah Kabupaten Nias Selatan untuk segera menyampaikan ke Provinsi dan pemerintah pusat mencari solusi supaya kelangkaan pertalite Subsdi ini bisa segera teratasi dengan baik.
( SH)