news

Diduga Peras Petani, KTNA Gondang Sisipkan Iuran Dibalik Pendistribusian Pupuk Subsidi

Jumat, 13 Februari 2026 | 06:00 WIB
Ilustrasi KTNA sisipkan iuran Rp1.000 dibalik pendistribusian Pupuk Bersubsidi (Ai)

NAWACITAPOST.COM — Diduga melakukan pemerasan terhadap para petani, Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Gondang, Nganjuk, menyisipkan iuran dibalik pendistribusian pupuk bersubsidi, sebesar Rp1.000 per 50 kilogram atau satu kantong.

Hal tersebut tertuang dalam berita acara kesepakatan harga tebus pupuk bersubsidi Urea dan Phonska, yang digelar di aula BPP Kecamatan Gondang, Nganjuk, Jawa Timur, pada November 2025 lalu.

Hal tersebut juga terkonfirmasi dan diakui oleh Suhartono Ketua KTNA yang menyampaikan bahwa dirinya bisa mengumpulkan uang hingga sekitar Rp100.000.000 lebih, setiap tahunnya, tergantung dengan dalih akan kembali kepada petani lagi.

Baca Juga: Rapat di Aula BPP, Petani Dipaksa Bayar Mahal: Kesepakatan KTNA–Kios Diduga Legalkan Pupuk Subsidi di Atas HET

"Untuk Harga Ecer Tertinggi (HET) saat ini Rp90.000 untuk Urea dan Rp92.000 untuk NPK Phonska, sehingga beserta iuran KTNA, menjadi Rp91.000 untuk Urea dan Rp93.000 untuk NPK Phonska," kata pria yang akrab disapa Hartono di Dusun Jatisari, Desa Ngangkatan, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, pada Minggu (18/1/2026).

Menurut Hartono, dari iuran Rp1.000 kembali lagi kepada petani, dalam bentuk seperti semprot (pengobatan) di area persawahan, untuk perolehan total iuran, tergantung berapa pupuk yang didistribusikan di Kecamatan Gondang.

"Jadi dari uang Rp1.000 muncul kegiatan pengobatan, karena dari dinas kurang, jadi uang Rp1.000 itu masuk kepada kegiatan itu. Mulai dari pembelian obat, karena yang disediakan oleh dinas itu kurang dan pasti kurang, sehingga KTNA yang memberikan tambahan," ucap Hartono kepada wartawan Nawacitapost.com.

Selain kegiatan penyemprotan, lanjut Hartono, juga ada rutinan perkumpulan setiap satu bulan sekali. Sementara anggota KTNA Kecamatan Gondang, ada 82 Kelompok Tani (Poktan) yang berasal dari 17 Desa, se Kecamatan Gondang.

Baca Juga: Respons Dugaan Pupuk Subsidi di Atas HET, Disperindag Nganjuk Bakal Terjunkan Tim Monev

"Saya itu sosialisasi dari desa ke desa, jadi kami juga anjangsana ke setiap Poktan, untuk konsumsi itu juga dikasih dari KTNA sebesar Rp500.000, itu juga diambilkan dari iuran yang Rp1.000," ujar Purwono yang menjabat sebagai bendahara KTNA Gondang.

Ketika ditanya berapa jumlah uang yang masuk dari iuran tersebut pada tahun 2025, antara kedua pengurus KTNA yakni Hartono dan Purwono mengungkapkan sekitar Rp127.000.000. sementara untuk tahun 2026 belum ada uang iuran yang masuk.

"Untuk tahun ini belum masuk, Kami tetap sabar menunggu, karena akan tetap dikasih, karena kadang Poktan kepada kios juga masih belum membayar alias ngutang, baru berapa hari atau berapa minggu baru dikasih," urai KTNA Gondang.

Hartono menambahkan bahwa, sebenarnya untuk masalah harga Pupuk Bersubsidi di Kecamatan Gondang, seluruh poktan telah dikumpulkan oleh KTNA, bahkan usulan harga berasal dari masing-masing poktan.

Baca Juga: Perihal Kesepakatan Harga Pupuk Subsidi, KTNA Gondang dan Kios Sampaikan Hal Mencengangkan

Halaman:

Tags

Terkini