Hamsiki menambahkan bahwa tidak seluruh RW iuran senilai Rp 70.000 (Tujuh puluh ribu rupiah) yang membayar dikarenakan ada beberapa RW yang keberatan untuk membayar dengan alasan tidak ada lansia yang datang ke Posyandu Lansia.
"Tidak, ada RW yang keberatan membayar, alasannya tidak ada lansia yang datang ke Posyandu," imbuhnya.
Ketika dikonfirmasi berapa RW yang keberatan dan RW mana saja, Hamsiki mulai enggan menjawab.
"Saya tidak berhak menjawab nggih," kata Hamsiki.
Baca Juga: Dua Kubu Paslon Klaim Kemenangan, KPU Nganjuk: Mohon Bersabar dan Menahan Diri
Ketika ditanya tentang seperti apa awalnya dan siapa yang menentukan nominal Rp 70.000 (Tujuh puluh ribu rupiah), Hamsiki menjelaskan tidak ada yang menentukan bahkan bantuan Posyandu balita sudah ada sebelum dirinya berdinas di Kelurahan Banaran.
"Tidak ada yang menentukan, sebelum saya dinas di sini, dari lingkungan RT/RW, bantuan Posyandu Balita sudah ada," tutur Hamsiki.
Hamsiki menegaskan, dari RW untuk Posyandu Balita sudah lama sebelum dirinya berdinas di Kelurahan Banaran, sementara untuk Posyandu Lansia, baru ada kurang lebih 1 tahun terakhir.
"Dari per RW, untuk Posyandu Balita sudah lama, sebelum saya dinas di sini, untuk Posyandu Lansia kurang lebih 1 tahun," tegasnya.
Baca Juga: Proses Rekapitulasi Suara Pilkada Nganjuk Berproses, Indikasi Kecurangan Terjadi di Sejumlah TPS
Terpisah Luluk yang mengaku dirinya Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (PPKBD) dan Ketua Kader Keluarga Berencana (KB) Kelurahan Banaran ketika dikonfirmasi mengatakan bukan wewenangnya untuk menjawab.
"Maaf, itu bukan wewenang saya untuk menjawab pertanyaan bapak. Monggo panjenengan tanya langsung ke Pak Lurah atau langsung saja ke yang bersangkutan (Bidan Kelurahan Banaran red), jadi lebih afdol," ucap Luluk via pesan aplikasi WhatsApp, pada Sabtu (7/12/2024) sore.
Ketika di singgung terkait dirinya yang tukang ngambil iuran ke RW, Luluk menjawab tidak pernah.
"Maaf bapak, saya tidak pernah tukang ngambil ke RW yang jenengan ngendika aken (anda katakan red), saya bukan Kader Posyandu bapak. Bapak salah orang mungkin," ucapnya kepada wartawan Nawacitapost.com.
Baca Juga: Kontestasi Pilkada Nganjuk Memanas, Dua Kubu Paslon Saling Klaim Kemenangan
Artikel Terkait
Kontestasi Pilkada Nganjuk Memanas, Dua Kubu Paslon Saling Klaim Kemenangan
Dua Paslon Saling Klaim Menang, Yuk Pahami Menang Dalam Pilkada Bupati Nganjuk 2024
Dua Kubu Paslon Klaim Kemenangan, KPU Nganjuk: Mohon Bersabar dan Menahan Diri
Proses Rekapitulasi Suara Pilkada Nganjuk Berproses, Indikasi Kecurangan Terjadi di Sejumlah TPS
KPU Nganjuk Gelar Pleno Terbuka Rekapitulasi, Berikut Perolehan Suara 3 Paslon pada Pilkada
Tok!! KPU Kabupaten Nganjuk Tetapkan Pasangan Marhaen - Handy Sebagai Pemenang Pilkada Nganjuk 2024
Pleno Terbuka Rekapitulasi Tingkat KPU Kabupaten Nganjuk Telah Selesai, Saksi Paslon Nomor Urut 01 Menolak Tanda Tangan
Kalah Perhitungan Pada Rekapitulasi Tingkat KPU Nganjuk, Paslon Muhibbin - Aushaf Akan Bawa Hasil Pilkada Nganjuk ke MK