Untuk penahanan dokumen pasien, KTP dan Surat Kenal Lahir (SKL), pihak RSIA menjelaskan sebenarnya bisa dikomunikasikan.
" Memang secara administratif harus melalui itu, Jika pihak keluarga sudah bisa berkomunikasi, pasti akan kita bantu, " Tegas dr. Fanda.
Bahkan, ketika sang pasien membutuhkan dokumennya, bisa langsung hadir ke RSIA, dan bisa dipinjamkan.
" Itu sudah sering kita lakukan. Identitas yang ditinggal bisa digantikan dengan yang lain, bisa SIM, Paspor atau yang lainnya, " Terangnya.
" Saat ini juga pasien sudah mempunyai KTP yang baru, maka yang ada di RSIA sudah tidak bisa dijadikan pegangan, " Tambah dr. Fanda yang baru menjabat 3 bulan setelah menggantikan Dirut RSIA Kendangsari MERR yang meninggal dunia akibat Covid.
Ia kembali menegaskan, kalaulah sang pasien benar-benar tidak mampu dan dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat yang berwenang, maka akan diajukan ke atasan untuk bisa di bantu CSR perusahaan.
Terkait pelaporan yang disangkakan, dr. Hanik mengkonfirmasi bahwasanya hal tersebut tidak benar.
" Kami tidak pernah melakukan pelaporan apapun, apalagi terkait hutang piutang. Kalau dari bagian penagihan, itu hal yang wajar. Setelah sekian lama tidak melakukan penagihan, misalnya satu tahun, pasti kita akan melakukan konfirmasi mencari alamat untuk pengiriman surat dengan tujuan menanyakan kembali, " Tuturnya.
Surat tersebut akan ditembuskan ke bagian Legal PT. " Legal ini adalah bidang hukum kami, bukan Polsek ataupun kepolisian, " Tegas wakil direktur.
Selanjutnya akan dilakukan penilaian, apakah layak diberikan bantuan CSR. " Itu adalah kewenangan mereka, dan akan ada pertanggungjawaban di akhir tahun, " Katanya.
Prinsipnya, pihak RS berusaha memudahkan khususnya warga Surabaya, karena RSIA ada di Surabaya dan karyawan juga warga Surabaya.
Diakhir, pihak RSIA mengucapkan Terima kasih kepada anggota dewan yang merupakan wakil rakyat yang telah berkenan memediasi masalah ini.
" Mudah-mudahan kedepan, apabila ada permasalahan seperti ini, kami bisa dikonfirmasi agar ada komunikasi dan penyelesaian yang baik, " Tandas dr. Hanik. (BNW)