Surabaya NAWACITAPOST - Menindaklanjuti aduan warga masalah hutang biaya Rumah Sakit hingga pelaporan polisi, Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surabaya, Abdul Ghoni Mukhlaa Ni'am turun langsung meminta penjelasan ke RSIA Kendangsari MERR jalan Ir. Soekarno.
Bersama dengan pasutri pengadu atas nama Agung dan Silvia, kedatangan Abdul Ghoni disambut hangat oleh Plt. Dirut RSIA dr. Fanda Ruzzahra bersama Wakil direktur bagian umum dan keuangan, dr. Hanik Nur Fitroh.
Dilokasi, Abdul Ghoni menjelaskan kedatangannya adalah untuk memusyawarahkan permasalahan biaya rumah sakit dari pasutri Agung dan Silvia.
" Kami disambut dengan baik, dan sudah ada solusi yang baik pula, " Ungkap Ghoni kepada Nawacitapost.com, Senin 18 Oktober 2021, pagi.
Dan nantinya, pihak pengadu agar mengurus surat keterangan tidak mampu ke kelurahan dan mengkoordinasikannya dengan pihak rumah sakit.
Yang perlu dicatat, awalnya putri ibu Silvia ini akan dilahirkan prematur. Sudah dibawa ke RSUD Soewandi tapi tak terlayani dengan baik.
" Camkan itu! Kita akan coba evaluasi rumah-rumah sakit pemerintah. Memang saat itu tengah krodit-kroditnya Covid, tapi bukan berarti tidak bisa melayani pasien yang sangat emergency seperti yang dialami ibu Silvia," Tegas Ghoni yang juga adalah anggota komisi C DPRD Surabaya ini.
" Tapi saya ikut bersyukur, ybs diterima dengan baik oleh pihak RSIA MERR Kendangsari ini, " Tambahnya.
Harusnya, kata Ghoni, pihak RSUD Soewandi belajar banyak kepada para rumah sakit swasta.
Terkait dokumen yang tertahan, Ghoni memastikan sudah ada penyelesaian antara pasutri yang mengadu dengan pihak RSIA.
Sementara pihak RSIA MERR melalui Plt. Dirut dr. Fanda Ruzzahra menjelaskan duduk permasalahannya berawal dari kedatangan pasien (Ibu Silvia) yang dalam kondisi emergency.
" Kami sudah melayani dengan baik, dan saat itu pasien bersedia untuk melakukan pembayaran secara mandiri, " Ungkapnya.
Pun, saat si pasien minta keringanan, pihak RS juga membuat kesepakatan semampunya. Sehingga dari 15 juta tagihannya, si pasien hanya mampu mencicil 300rb selama 12 bulan, dan totalnya hanya 3,6 juta.
" Kami sudah beretikat baik tanpa melihat nominal untuk pasien yang membutuhkan bantuan. Apalagi dalam kondisi emergency, akan kita dahulukan, " Terang Dr. Fanda.