6. Pelaksanaan kebijakan ini harus terintegrasi dengan kebijakan penanggulangan covid 19 lainnya, mulai dari permakanannya, pemberian support kesehatan termasuk puskesmas setempat dan kepastian kesejahteraan keluarga serta hal terkait lainnya
7. Kebijakan ini bisa dioptimalkan dengan kebijakan Kampung Tangguh Wani Jogo Suroboyo dengan memberikan edukasi, pelatihan ataupun peningkatan skill serta kapabilitas lain bagi Satgas Kampung Tangguh
8. Pasca Sekolah ataupun aset lainnya yang menjadi Rumah Sehat, mohon Pemerintah Kota mensterilkan terlebih dahulu area dan tempat Isoman warga sehingga ketika Sekolah atau aset lain akan beroperasional sudah bisa digunakan lagi
" Semoga bisa menjadi penguat solusi atas permasalahan covid 19 di Kota Surabaya dan segera kita lalui pandemi ini untuk Surabaya yang Lebih Baik," ucapnya.
Anggota komisi D Hari Santoso juga turut bicara terkait hal ini. Politisi partai NasDem ini menjelaskan ada beberapa kemungkinan mengapa ada penolakan warga terkait pengadaan tempat isolasi mandiri di gedung sekolah.
Kekawatiran masyarakat juga terkait setelah gedung sekolah selesai dipakai akan berimbas pada kesehatan murid-murid yang akan menempatinya nanti. " Ini juga bisa akibat sosialisasi yang kurang," ucap pria yang juga menjabat sebagai sekretaris DPD partai NasDem kota Surabaya ini.
Pada dasarnya, masih Hari, pemerintah harus menimbang, dengan adanya rumah sehat ini lebih menguntungkan apa justru merugikan masyarakat sekitar. Dan apakah ketersedian nakes (tenaga kesehatan) di Rumah Sehat sudah terpenuhi mengingat saat ini saja di Puskesmas kekurangan banyak tenaga.
" Pada intinya pemerintah harus mensosialisasikan hal ini lebih masif, jelas, transparan dan bisa dipertanggung jawabkan," tegas Hari Santoso
" Yang penting pemerintah wajib memperjelas sosialisasi masalah teknis, protokol kesehetan dan pentingnya diadakan rumah sehat ini untuk pengendalian wabah virus," tandas Tjutjuk. (BNW)