Selain itu, dalam upaya meminimalisir kemacetan harus ada transportasi massal yang memadai. MRT, LRT dan lainya. " Jangan seperti sekarang, naik bus bayar pakai botol, pemerintah harus mengupayakan tranportasi massal yang murah. Intergrasi antar wilayah juga sangat perlu untuk kelancaran proses ekonomi di masyarakat," tegas MA.
Untuk memastikan pembangunan disetiap kampung, di masa jabatannya nanti akan mengucurkan dana 150 juta per-RT per-tahun, selain itu juga ada bantuan 1 juta per-KK bagi warga tidak mampu terlebih di masa Pandemi yang memang banyak hambatan dalam bekerja. Hal itu tentunya diiringi pembinaan dan pengawasan yang ketat dari semua pihak.
Agar semua program dapat terwujud, MA mengatakan harus ada kerjasama dengan semua masyarakat. " Saya mengajak semua yang hadir untuk bersama-sama membangun Surabaya dalam 'Super Tim'. Mari bersama kita wujudkan ' Maju Kotane, Makmur Wargane'," tukas Machfud Arifin.
Hadir dalam agenda tersebut, Ketua DPC PKB Surabaya, Musyafak Rouf beserta para tokoh dari Tenggilis mejoyo, Rungkut, Gunung Anyar dan Bulak.
Tak kalah menarik, dalam rangkaian acara ini juga disuguhkan gelaran Reog Ponorogo dari beberapa Sanggar di Surabaya binaan Siswandi yang notabene adalah suami dari Siti Anggraenie Hapsari (SAH).