Minggu, 19 Juli 2026

Diduga Tak Paham Program Desanya Sendiri, Kades Dadapan Ngronggot Tak Dapat Menjelaskan

Photo Author
Tiarsin Nawacita, Nawacita Post
- Selasa, 19 Maret 2024 | 18:20 WIB
Tampak depan Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk (foto Sakera/Nawacita)
Tampak depan Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk (foto Sakera/Nawacita)

NAWACITAPOST.COM - Diduga tidak paham dengan program Desanya sendiri, Yuliantono Kepala Desa (Kades) Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur tak dapat menjelaskan program-programnya.

Kades Yuliantono ketika diwawancarai di ruang kerjanya terkait dengan ketahanan pangan dan hewani yang tertuang pada Peraturan Presiden (Perpres) nomor 104 tahun 2021 pasal 5 ayat 4 huruf b yang menjelaskan tentang program ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 2O% (dua puluh persen) tak dapat menjelaskan.

Baca Juga: Pertanyakan Kinerja dan Pengelolaan Keuangan Pemdes, Puluhan Warga Desa Tembarak Kertosono Geruduk Kantor Desa

"Kalau tidak salah itu paving," kata Yuliantono yang akrab disapa Anton diruang kerjanya pada Selasa (19/3/2024) siang.

Yuliantono Kades Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk ketika di ruang kerjanya (foto Sakera/Nawacita)

Akhirnya Anton menelepon salah satu perangkatnya untuk bertanya apa saja yang diprogramkan oleh Desa Dadapan terkait dengan ketahanan pangan dan hewani.

"Paving dan jembatan pertanian di blok M, karena jembatannya sempit maka dilebarkan itu yang kesatu, yang kedua adalah paving di dusun Sumberagung," kata bayan Agung melalui sambungan telepon dari HP Kades Anton.

Baca Juga: Puluhan Warga Yang Geruduk Kantor Desa Tembarak Kertosono Tak Ada Titik Temu, Ini Agenda Yang Akan Ditempuh

Bayan Agung menambahkan, untuk paving Sumberagung itu untuk mengangkut tanaman tebu dan tanaman lainnya tepatnya lokasi di Dusun Sumberagung.

Situasi halaman Kantor Desa Dadapan, Kecamatan Ngronggot, Nganjuk sekitar pukul 12.00 WIB (foto Sakera/Nawacita)

"Jadi untuk program ketahanan pangan berbentuk jalan namun saya tidak hafal, yang paham adalah Pak Bayan Agung," ujar Kades Anton.

Lanjut Anton, mohon maaf kalau saya tidak respect, saya juga ngerti dan paham namun yang lebih detail adalah Pak Bayan Agung.

Baca Juga: Aneh bin Ajaib!!! Setelah Digeruduk Warga, Kendaraan Roda Tiga Desa Tembarak Kertosono Langsung Datang

"Karena untuk APBDes tahun berapa dan tahun berapanya saya kurang begitu paham, dan untuk anggaran kedua program ketahanan pangan itu bisa tanya ke Pak Bayan Agung saya lupa," ujar Kades Anton.

Halaman:

Editor: Tiarsin Nawacita

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini