Jumat, 5 Juni 2026

Geruduk Gedung Dewan, Masyarakat Surabaya Minta PSBB Dihentikan

Photo Author
Admin 1, Nawacita Post
- Kamis, 28 Mei 2020 | 11:01 WIB

" Harus ditentukan titik mulainya, dan kriteria penilaiannya. Saat ini guru bisa seenaknya memberi soal kepada siswanya tanpa mengerti kondisi dan kesiapan sang siswa bersama walinya," ujarnya.


Dari situ, Anshori memberikan solusi cara belajar dengan menggunakan cara 'Conten Dislearning'. Apakah model itu ? Anshori menjelaskan bahwa Conten Dislearning adalah guru satu rumpun pelajaran memberikan tugas proyek. Ia mencontohkan misal tugas guru IPA, matematika, IPS dijadikan satu. Mengenai konteks Pandemi apa yang bisa dilakukan siswa.


" Misalkan menugaskan murid untuk hidup sehat di masa Pandemi. Apa saja yang dilakukan, cuci tangan berapa kali. Itu kan unsur-unsur pembelajaran yang masuk," jelasnya.


Menurut Anshori, itu bagian dari 'Project Piece' yang harus diberikan ke anak-anak sehingga tidak menyulitkan dan tidak memudahkan. Karena ini yang bisa dikerjakan di masa Pandemi.


Penilaiannya seperti apa ? Anshori menjelaskan penilaian diambil dari proses-prosesnya seperti pembuatan laporan berapa kali, setelah cuci tangan apa yang dilakukan dll. Disana akan ada dua nilai yakni kedisiplinan dan ketaatan terhadap aturan.


Mendengar semua keluhan dari masyarakat, ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono mengatakan bahwa prinsinsip PSBB ditempuh Pemerintah untuk menjaga warganya terhadap penularan Covid-19.


DPRD menurutnya sudah terus melakukan rapat-rapat secara virtual dengan pihak terkait dan Pemerintah kota guna mencari jalan tengah atau penyelesaian atas problem yang timbul di masyarakat. Jadi selama ini dewan turun tangan terhadap semua permasalahan di Surabaya termasuk PSBB dan masalah pendidikan.


Terkait aspirasi masyarakat, AWI (Panggilan Adi Sutarwijono) meminta masyarakat yang hadir untuk membuat surat dan segera akan ditindaklanjuti melalui alat kelengkapan dewan yaitu komisi-komisi kemudian segera kita sampaikan kepada yang bersangkutan.


Ketua Dewan juga meminta lain kali tidak perlu datang beramai-ramai dan tidak terjadi kerumunan di masa Pandemi ini. Dirinya berharap semua aspirasi dan masukan disampaikan melalui surat.


" Semuanya pasti kita tindak lanjuti," pungkas Adi Sutarwijono. (BNW)

Halaman:

Editor: Admin 1

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Terkini