"Saya mendesak KPK, Kejaksaan Agung, BPK, dan seluruh aparat penegak hukum untuk segera bertindak! Usut tuntas setiap jejak kejanggalan, telusuri aliran dana ratusan miliar itu sampai ke akar-akarnya, dan panggil semua pihak yang diduga terlibat tanpa pandang bulu. Keadilan harus ditegakkan, hak korban bencana harus dikembalikan!" ucap Rajes.
Baca Juga: Evi Mafriningsianti: Aspirasi Warga Akan Jadi Dasar Perjuangan Program Pembangunan di DPRD Kota BekasiKondisi Terkini: Korban Menjadi Tumbal
Saat anggaran ratusan miliar diduga mengalir ke kantong-kantong penguasa, realita di lapangan justru memilukan. Banyak warga korban banjir bandang 2025 yang hingga kini masih bertahan di tenda-tenda tak layak, menumpang di rumah kerabat, atau terpaksa membangun kembali rumah mereka dengan biaya sendiri tanpa sepeser pun bantuan dari pemerintah. Mereka diduga telah dijadikan tumbal demi ambisi kekayaan segelintir orang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Walikota, DPRD, maupun instansi terkait di Kota Padangsidimpuan. Redaksi akan terus memantau dan memperbarui perkembangan kasus ini.(Lesmanan.H)
Artikel Terkait
Gebrakan Progresif DPRD Kota Bekasi: Racik Payung Hukum 'Sakti' untuk Jinakkan Banjir dan Krisis Lahan Makam!
Demi Lindungi Konsumen, DPRD Kota Bekasi Gedor Raperda Produk Halal: "Masyarakat Berhak Tahu!"
DPRD Kota Bekasi Rancang Lompatan Besar, Siap Sulap 12 Kecamatan Jadi Sentral Industri UMKM Modern!
Dugaan Konspirasi Berdarah: Deflorio Arya Nizam Jadi Tumbal Korporasi, Disiksa Demi Tutupi Kebobrokan Sistem?
Konspirasi Kripto: Deflorio Arya Nizam Diduga Jadi ‘Kambing Hitam’ Skandal Rp300 Miliar Indodax!