nasional

BaraNusa: Bukan Istana, Tapi Pemerintahan Jokowi yang Kolonial

Rabu, 14 Agustus 2024 | 21:13 WIB
Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan. (Istimewa)

NAWACITAPOST.COM - Pernyataan kontroversial Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang menyebut Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor sebagai "berbau kolonial" lantaran merupakan peninggalan Belanda, memicu reaksi keras dari berbagai pihak.

Salah satu kritik tajam datang dari Ketua Umum Barisan Relawan Nusantara (BaraNusa), Adi Kurniawan. Ia menilai bahwa komentar Jokowi tersebut justru mencerminkan kondisi mentalitas pemerintahan Jokowi sendiri.

"Bukan istananya yang berbau kolonial, tapi Jokowi, keluarganya, serta kroni-kroninya yang justru bermental kolonialisme," ungkap Adi, Rabu (14/8/2024).

Sebagai mantan relawan Jokowi, Adi Kurniawan menilai bahwa pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur adalah sebuah proyek ambisius yang lebih banyak membawa mudarat ketimbang manfaat bagi rakyat. "IKN adalah proyek yang dipaksakan, dan dampaknya sangat merugikan kepentingan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Baca Juga: Polres Jayawijaya Selidiki Dugaan Pembakaran Kantor KPU Provinsi Papua Pegunungan

Adi juga mengkritik penggunaan anggaran negara yang mencapai sekitar Rp75 triliun untuk pembangunan IKN. Ia menilai bahwa alokasi dana tersebut tidak memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional, tetapi justru memperparah kondisi ekonomi bangsa.

"Ekonomi nasional semakin terpuruk, bahkan menambah angka kemiskinan yang sudah tinggi," tambahnya.

Kritik Adi tidak berhenti di situ. Ia juga menyoroti beberapa isu yang sedang melanda Indonesia, seperti gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang meluas, kenaikan biaya pendidikan, harga kebutuhan pokok, dan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terus meroket.

Semua ini, menurut Adi, adalah bukti nyata bahwa proyek IKN dibangun di tengah krisis yang semakin memperburuk kondisi masyarakat. Adi juga mengkritik keras perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia yang digelar di IKN, dengan anggaran yang dilaporkan mencapai Rp87 miliar.

Baca Juga: Megawati Umumkan 13 Calon Gubernur PDIP untuk Pilkada Serentak 2024, Ada Mantan Panglima GAM

Menurutnya, perayaan ini jauh dari semangat kemerdekaan yang seharusnya dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia. "Apa yang dilakukan pemerintahan Jokowi ini bukanlah cerminan dari sebuah bangsa yang merdeka, melainkan bentuk penjajahan baru yang justru melecehkan nilai-nilai kemerdekaan kita," tandasnya.

Dalam suasana di mana rakyat harus berhemat dan berjuang bersama untuk memperingati hari kemerdekaan, Adi menilai tindakan pemerintah yang menghamburkan uang negara adalah bentuk ketidakadilan.

"Saat rakyat bergotong royong mengumpulkan iuran untuk perayaan HUT RI, pemerintah malah menghambur-hamburkan uang yang seharusnya digunakan untuk kesejahteraan mereka," pungkasnya.

Kritik yang dilontarkan Adi Kurniawan ini mencerminkan ketidakpuasan yang semakin meluas terhadap proyek IKN dan kebijakan pemerintahan Jokowi secara keseluruhan. Pertanyaan besar yang kini mengemuka adalah apakah pembangunan IKN benar-benar untuk masa depan Indonesia, atau sekadar ambisi yang membawa kembali mentalitas kolonialisme di era modern.

Halaman:

Tags

Terkini