Minggu, 19 Juli 2026

Fakta Menarik Istana Bogor: Dari 'Bau Kolonial', hingga Pernah Dibakar dan Hancur Akibat Gempa

Photo Author
Ahmad, Nawacita Post
- Rabu, 14 Agustus 2024 | 11:35 WIB
Istana Bogor. (X)
Istana Bogor. (X)

NAWACITAPOST.COM - Presiden Joko Widodo secara terbuka mengungkapkan ketidaknyamanannya terhadap simbol-simbol kolonial yang masih ada dalam struktur kepresidenan Indonesia.

Dalam pertemuan dengan kepala daerah di Ibu Kota Nusantara (IKN) pada 13 Agustus 2024, Jokowi menyebutkan bahwa Istana Kepresidenan di Jakarta dan Bogor merupakan peninggalan Belanda.

"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa itu sekali lagi, Belanda. Bekas gubernur jenderal Belanda, dan sudah kita tempati 79 tahun. Bau-baunya kolonial, selalu saya rasakan setiap hari," ujar Jokowi.

Untuk mengatasi hal ini, Jokowi memutuskan untuk membangun Istana Negara dan Istana Garuda di IKN, yang dirancang sebagai simbol baru Indonesia yang bebas dari jejak kolonial.

Baca Juga: Jadi Plt Ketua Umum Partai Golkar, Intip Kekayaan Agus Gumiwang Kartasasmita

Dikutip dari laman resmi Kementerian Sekretariat Negara, ada empat presiden Indonesia yang tercatat pernah tinggal di istana kepresidenan. Presiden pertama, Soekarno, dan presiden keempat, Abdurrahman Wahid, merupakan pemimpin yang secara penuh menetap di Istana Merdeka.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga pernah menggunakan Istana Merdeka sebagai kediaman resmi sebelum akhirnya pindah ke Istana Negara. Meski demikian, SBY tidak sepenuhnya tinggal di istana karena memiliki rumah pribadi di Puri Cikeas, Bogor.

Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang dikenal sebagai presiden ketujuh, sempat tinggal di Istana Merdeka sebelum memutuskan untuk menetap di Istana Bogor. Pilihan Jokowi untuk tinggal di Istana Bogor didorong oleh suasana dan lingkungan yang tenang, yang dianggap lebih mendukung aktivitasnya sebagai kepala negara.

Lalu bagaimana sejarah Istana Bogor? Simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Istana Kepresidenan Bogor

Istana Kepresidenan Bogor, yang kini dikenal sebagai salah satu dari tujuh istana kepresidenan di Indonesia, memiliki sejarah yang panjang dan penuh warna, mencerminkan pengaruh kolonial Belanda yang kuat.

Baca Juga: PPID Utama Sambangi PPID BKPSDM dan RSUD CAM

Berawal dari kebutuhan Gubernur Jenderal Belanda G.W. Baron van Imhoff untuk tempat peristirahatan yang lebih sejuk di luar Batavia (Jakarta), pembangunan istana ini dimulai pada tahun 1745.

Van Imhoff memilih sebuah lokasi di Kampong Baroe, sekarang bagian dari Kota Bogor, dan merancang bangunan dengan mengadopsi gaya arsitektur Blenheim Palace di Inggris.

Istana awalnya diberi nama Buitenzorg, yang berarti "bebas dari masalah" atau "tanpa kekhawatiran" dalam bahasa Belanda, mencerminkan suasana tenang dan nyaman yang diinginkan Van Imhoff.

Halaman:

Editor: Ahmad

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini