NAWACITAPOST.COM - Mahkamah Konstitusi (MK) telah menetapkan Senin, 22 April 2024, sebagai hari penting bagi jalannya demokrasi Indonesia.
Pada hari itu, MK akan membacakan putusan terkait sengketa hasil Pilpres yang diajukan oleh Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud Md.
Menjelang pengumuman putusan tersebut, MK bersama Kepolisian RI telah berkoordinasi untuk memperketat keamanan di sekitar gedung mahkamah.
Juru Bicara MK, Fajar Laksono, menjelaskan bahwa langkah-langkah pengamanan telah dipersiapkan dengan serius.
Akses jalan menuju Gedung MK akan ditutup, dan polisi akan melakukan rekayasa lalu lintas di beberapa titik strategis di sekitar lokasi, yakni Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Baca Juga: PGRI Jatim Gelar Konprov, Ketum PB PGRI hasil KLB Buka Suara
Tidak hanya itu, personel kepolisian juga akan menjaga ketat seluruh area gedung MK, termasuk ruang sidang.
Fajar menyatakan, pengamanan tersebut merupakan rangkaian layer-layer yang dirancang untuk memastikan kelancaran sidang tanpa gangguan yang berarti.
"Ada layer-layer pengamanan, mulai dari seputaran akses jalan menuju MK, kemudian di sekitaran gedung, termasuk juga ruang sidang," ujar Fajar saat ditemui di Gedung MK, Jakarta Pusat pada Minggu, 21 April 2024.
Namun, dia enggan memberikan detail lebih lanjut terkait strategi keamanan yang akan diterapkan, semata-mata untuk menjaga keamanan dan ketertiban dalam sidang tersebut.
Sidang putusan sengketa Pilpres dianggap sebagai agenda ketatanegaraan yang sangat vital dan berdampak besar bagi pemerintahan Indonesia ke depan.
Oleh karena itu, Fajar mengajak masyarakat untuk menciptakan kondisi yang kondusif menjelang dan selama berlangsungnya sidang tersebut.
Baca Juga: Sidang Pamungkas Sengketa Pemilihan Presiden 2024, Dijadwalkan Mulai Pukul 09.00 WIB
"Tentu kita koordinasi dengan kepolisian bukan dalam kerangka menghambat masyarakat datang ke MK. Tapi ini untuk memastikan bahwa sidang itu besok berjalan dengan lancar dan tertib," kata dia.