NAWACITAPOST.COM - Syaifudin Zuhri, anggota DPRD Surabaya, menyangkal tuduhan penganiayaan yang dialamatkan kepada putranya, Hafidh Fawwaidz, terhadap seorang pemuda bernama Iqbal.
Dalam pernyataannya, Zuhri menegaskan bahwa tidak ada tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh putranya, melainkan peneguran terkait perilaku menggunakan obat-obatan terlarang dan miras.
Menurut Zuhri, kejadian tersebut terjadi setelah putra sulungnya mengalami emosi akibat perilaku Iqbal dan rekannya yang berpotensi mencelakai orang.
Baca Juga: Kosong Selama Lima Tahun, Mall THR Surabaya Rugikan Pemkot Rp 100 Miliar
Bahkan, Zuhri menyebut bahwa putranya sempat trauma, namun kemudian bersalaman dengan keluarga Iqbal sebagai tanda damai.
“Tidak ada penganiayaan, justru saya memberikan arahan, bu, pak, niki mumpung bulan Ramadan (kelakuan) anaknya dibuka kalau menggunakan obat-obatan terlarang dan miras selama 6 hari berturut-turut hingga hampir mencelakai orang.”
“Kemudian anak saya yang sempat trauma sekaligus emosi dirangkul dan saling bersalaman dengan keluarga Iqbal. Mereka datang ke rumah saya disaksikan warga, pengurus kampung dan LPMK. Setelah itu rencananya akan dimintai keterangan di Polsek Pakal, tapi sampai sekarang yang bersangkutan menghilang,” terang Syaifudin Zuhri saat dihubungi awak media, Minggu, 21 April 2024.
Baca Juga: Harapan Warga, PDIP Surabaya Dukung Duet Eri-Armuji di Pilkada 2024
Seperti diketahui, anak Syaifudin Zuhri dilaporkan ke Polrestabes Surabaya atas dugaan penganiayaan kepada Iqbal (19) warga Tambak Dono, Pakal. Hal itu berdasarkan registrasi laporan nomor: LP/B/309/III/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.
Merespons pelaporan tersebut, Zuhri menjelaskan bahwa sejatinya yang membuat onar hingga hampir mencelakai adalah Iqbal dalam hal ini pelapor.
Disampaikan politisi PDI Perjuangan ini, awalnya Iqbal bersama rekannya, Ifan, pulang berboncengan mengendarai motor usai menegak miras dan obat-obatan terlarang. Kejadian berlangsung di Jalan Raya Jawar, Benowo pada Kamis pagi, 21 Maret sekitar pukul 02.40.
Baca Juga: Enterpreuner muda Surabaya, Firhando Gumelar Berbagi Bahan Pokok untuk Masyarakat
Pada saat itu, Iqbal mengendarai motor secara ugal-ugalan. Dia berkendara secara zig-zag. Keduanya kemudian melakukan pelemparan batu ke salah satu mobil yang sedang melintas.
Tak cukup sampai di situ, aksi pelemparan batu kembali dilakukan Iqbal dan Ifan ke mobil yang dikendarai putra Zuhri hingga menyebabkan kaca mobil depan pecah.
Artikel Terkait
Wakil Walikota Surabaya Ajak Rajut Persatuan di Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah
Harapan Warga, PDIP Surabaya Dukung Duet Eri-Armuji di Pilkada 2024
Kosong Selama Lima Tahun, Mall THR Surabaya Rugikan Pemkot Rp 100 Miliar
Potensi Macet, Warga RW 08 Citraland Protes Rencana Pembangunan Sekolah Logos