Baca Juga: Media Nawacita Indonesia Berkarya Melalui Nusantara Awards
"Ada hal yang menggembirakan hati kita yaitu munculnya berbagai kegiatan yang dicontohkan oleh lembaga pemerintah seperti keteladanan yang diberikan oleh Presiden Joko Widodo dalam setiap acara kenegaraan dengan menggunakan atribut busana nusantara dari masing-masing daerah," dan hal seperti itu bisa diterapkan di kalangan pemerintahan daerah, kata Faigiziduhu Ndruru.
Selain itu, upaya pelestarian budaya juga terlihat di lingkungan perusahaan, termasuk di mall besar yang dimiliki oleh para pengusaha properti. Semua ini dipandang sebagai langkah penting dalam menguatkan budaya nusantara dari pengaruh budaya global yang sangat terbuka melalui media sosial. Gaya hidup, busana, dan kuliner memiliki peran besar dalam mempengaruhi budaya lokal nusantara.
"Situasi ini tidak hanya terjadi di wilayah perkotaan tapi juga merambah ke pelosok Nusantara yang disebabkan akses informasi media sosial yang mudah dinikmati oleh masyarakat di seluruh nusantara," kata Faigiziduhu Ndruru.
Namun demikian, Faigiziduhu Nduru juga mengingatkan bahwa Kepulauan Nias, yang terdiri dari 30 pulau berpenghuni tetap dan 103 pulau berpenghuni tidak tetap, tidak luput dari ancaman kemerosotan budaya dan kehilangan kebanggaan atas budaya dan tradisi masyarakat Nias.
Baca Juga: Pengertian dan 5 Contoh Akulturasi Budaya Nusantara
Padahal potensi pariwisata di Kepulauan Nias tidak kalah dengan daerah lain. Menurut Faigiziduhu Nduru, potensi pariwisata di Kepulauan Nias tidak dapat dipisahkan dari keindahan alam, budaya, dan tradisi masyarakatnya yang menjadi daya tarik bagi wisatawan lokal dan internasional.
"Bagi masyarakat perkotaan yang ingin menikmati atraksi budaya dan tradisi yang hidup di tengah-tengah masyarakat tradisional, Kepulauan Nias punya daya tarik yang luar biasa," ujarnya.
Nias Pulau Impian merupakan gagasan Marinus Gea, mantan ketua umum Himpunan Masyarakat Nias Indonesia (HIMNI) periode 2015-2019 dan 2019-2023. Tagline ini telah menjadi terobosan baru yang mendapat sambutan luas di kalangan masyarakat Kepulauan Nias, termasuk para diaspora masyarakat Nias yang merantau di seluruh pelosok nusantara.
Ide ini telah menghasilkan semangat baru di kalangan pemerintah daerah dengan menghidupkan kembali Pesta Yaahowu yang sudah lama tidak pernah dilaksanakan di Kepulauan Nias. Penggunaan logo Nias Pulau Impian bahkan menjadi tren di kalangan kaum muda komunitas Nias.
Baca Juga: Budaya Nusantara dan Islam Saling Memberi Warna
Selain kegiatan Pesta Yaahowu, maskapai penerbangan Garuda Indonesia juga menetapkan rute penerbangan langsung dari Jakarta ke Bandara Binaka di Kepulauan Nias. Kegiatan pengembangan desa wisata dan penemuan destinasi wisata baru di berbagai wilayah kepulauan Nias juga menjadi dampak dari semangat Nias Pulau Impian.
Kunjungan para pejabat negara hingga Presiden Jokowi yang bermalam di Gunungsitoli menjadi sejarah bagi kepulauan Nias. Sebelumnya, kunjungan presiden hanya bersifat singkat tanpa menginap. Banyak hal positif yang dihasilkan dari kehadiran Nias Pulau Impian, termasuk keikutsertaan dalam event internasional seperti Sail Nias dan masuknya Kepulauan Nias dalam destinasi wisata prioritas.
Namun, dengan pergantian kepala daerah hasil Pilkada 2020 dan dampak dari pandemi COVID-19, semangat Nias Pulau Impian ini mulai redup dengan sendirinya. Faigiziduhu Nduru berharap agar generasi muda Kepulauan Nias tidak hanya bangga pada budaya dan tradisi positif, tetapi juga mencintai budaya Nias dan melestarikannya, baik saat berada di Kepulauan Nias maupun ketika merantau di berbagai belahan dunia.
"Semoga semangat Nias Pulau Impian segera terwujud. Salam Nusantara, Salam Nias Pulau Impian. YAAHOWU," tandas Faigiziduhu Nduru.