NAWACITAPOST.COM - Seiring dengan mendekatnya bulan suci Ramadhan, umat Islam diimbau untuk lebih waspada dalam memilih kurma yang akan dikonsumsi selama berbuka da sahur. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap Palestina dengan menghindari pembelian kurma yang berasal dari Israel.
Pentingnya memilih kurma dengan hati-hati disampaikan sebagai respons terhadap informasi bahwa Israel adalah salah satu negara pengekspor kurma terbesar di dunia, termasuk jenis unggulan seperti kurma Medjool. Informasi ini penting karena Israel dikenal memiliki permukiman ilegal di tanah Palestina yang dicuri, termasuk di tempat di mana kurma mereka ditanam.
Mahkamah Internasional (ICJ) telah menyatakan bahwa permukiman Israel di tanah Palestina adalah ilegal. Kurma Israel, terutama kurma Medjool, yang diekspor ke berbagai negara, termasuk Inggris, merupakan sumber pendapatan yang signifikan bagi ekonomi Israel.
Baca Juga: PDI-P Yakin Hak Angket akan Dibahas di DPR untuk Bongkar Kecurangan Pemilu 2024
Namun, di balik produksi kurma ini terdapat kenyataan yang kurang mengenakkan. Pekerja Palestina yang terlibat dalam panen kurma sering kali diperlakukan dengan tidak manusiawi. Mereka sering kali dibayar rendah dan bekerja dalam kondisi yang berbahaya dan tidak manusiawi.
Organisasi hak asasi manusia (HAM) dan aktivis Palestina telah lama mendorong boikot terhadap produk-produk Israel, termasuk kurma. Di Perancis, Collectif Palestine Vaincra dan CAPJPO-EuroPalestine aktif dalam menyebarkan informasi tentang boikot terhadap produk-produk Israel, termasuk kurma.
Berikut adalah daftar 20 merk kurma produksi Israel yang disarankan untuk dihindari:
Baca Juga: Berikut 4 Doa Para Nabi yang Diabadikan dalam Alqur'an, Untuk Ketenangan Hati dan Murah Rezeki
- La Palma
- Mehadrin
- Jordan River
- Bonbonierra
- King Salomon
- Carmel
- Kalahari
- Karsten Farms
- Bomaja
- Lidl Deluxe
- La Favorite
- Brousse
- Hadiklaim
- Prana
- Red Sea
- Fancy Medjoul
- Delilah
- Shams
- Premium Medjoul
- Royal Treasure
Baca Juga: Indonesia Targetkan Investasi Rp1.750 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 2025
Ajakan ini merupakan upaya kecil namun penting dalam mendukung perjuangan Palestina dan memastikan bahwa konsumsi kita selaras dengan nilai-nilai kemanusiaan dan keadilan.